Guru dan orang tua memegang peran krusial dalam menanamkan nilai budi pekerti pada anak usia dini. Guru bertindak sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan di sekolah, sementara orang tua sebagai pendidik pertama yang membentuk kebiasaan di keluarga. Penanaman nilai ini dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, komunikasi positif, dan sinergi berkelanjutan antara sekolah dan keluarga untuk memastikan konsistensi dalam kehidupan anak. Penelitian ini menggali peran guru dan orang tua dalam menanamkan nilai budi pekerti pada anak KB Raflesia, Kabupaten Kuantan Singingi. Tujuannya adalah mengidentifikasi peran tersebut. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpul melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari subjek guru, orang tua, serta anak. Hasil menunjukkan guru menerapkan nilai melalui pembiasaan, keteladanan, nasihat, bermain bermakna, dan penguatan positif, mencakup sikap religius, kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian sesama, dan lingkungan. Orang tua membimbing via kebiasaan rumah tangga, contoh positif, pengawasan, dan komunikasi hangat. Secara keseluruhan, sinergi guru dan orang tua esensial untuk penanaman nilai budi pekerti yang optimal dan berkelanjutan pada anak usia dini.
Copyrights © 2026