Penelitian ini mengkaji pengaruh karakteristik psikologis eksekutif puncak—khususnya narsisme dan overconfidence CEO/CFO—terhadap kebijakan akuntansi strategis perusahaan yang diwujudkan dalam agresivitas pajak dan manajemen laba. Berlandaskan pada Upper Echelon Theory, Hubris Hypothesis, dan teori keagenan, studi ini berargumen bahwa sifat kepribadian eksekutif merupakan determinan signifikan atas kebijakan pelaporan keuangan perusahaan. Menggunakan data panel dari 215 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017–2023, penelitian ini mengoperasionalisasi narsisme melalui indeks linguistik berbasis teks laporan tahunan dan overconfidence melalui pola kepemilikan saham eksekutif. Analisis regresi data panel dengan model efek tetap dan dua tahap (2SLS) untuk mengatasi endogenitas menunjukkan bahwa: (1) narsisme CEO berpengaruh positif dan signifikan terhadap agresivitas pajak (β = 0.214, p < 0.01); (2) overconfidence CEO/CFO meningkatkan praktik manajemen laba diskresioner (β = 0.187, p < 0.01); (3) kualitas tata kelola perusahaan memoderasi hubungan tersebut secara signifikan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi regulator, investor, dan komite audit dalam merancang mekanisme pengawasan yang lebih efektif terhadap perilaku oportunistik eksekutif.
Copyrights © 2026