Fenomena krisis batin yang ditandai oleh melemahnya kesadaran manusia terhadap nilai-nilai keagamaan disebut dengan kematian spiritual sehingga praktek agamanya itu kehilangan dimensi esensial nya. Penelitian yang kami lakukan ini bertujuan untuk menganalisis konsep dari kematian spiritual yang diambil dalam perspektif Tasawuf, dimulai dari mengidentifikasi indikatornya dalam praktek keagamaan serta mengkaji dampak terhadap perilaku yang religius dalam hal kehidupan modern. Metode yang kami gunakan adalah study literatur dengan menggunakan pendekatan kualitatif, melalui penelaah kritis terhadap Beberapa sumber klasik dan kontemporer dalam kajian Tasawuf. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kematian spiritual itu tercermin dalam ibadah formal yang bertujuan untuk formalitas saja, matinya hati, hilangnya ketenangan batin, menurunnya akhlak, serta melemahnya kepekaan kepekaan batin. Tentu saja kondisi ini berdampak pada munculnya perilaku perilaku religius yang sifatnya hanya simbolik, hanya ingin dipuji, serta terjadinya this integrasi antara aspek lahiriahnya dan batinnya dalam beragama. Tasawuf juga menawarkan kerangka solutif melalui proses penyucian jiwa atau yang biasa disebut Tazkia al-nafas, penguatan kesadaran ilahiah serta menginternalisasikan nilai-nilai spiritual dalam segala praktek ibadah. Oleh karena itu revitalisasi dimensi batin menjadi prasyarat penting, untuk kita membangun sifat religius yang authentic dan Transformatif Di era modern zaman sekarang ini.
Copyrights © 2026