Moch. Mahdiyan Nasikhin
Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TRANSFORMASI MANAJEMEN KURIKULUM PESANTREN MENUJU STANDAR PENDIDIKAN NASIONAL Moch. Mahdiyan Nasikhin; Ali Fajri
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2024): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The pesantren, as Indonesia's oldest and most distinctive Islamic educational institution, stands at a critical crossroads between the imperative to preserve its classical tradition of Islamic scholarship and the growing pressure to align its curriculum management with national education standards. While the enactment of Law Number 18 of 2019 on Pesantren formally recognized pesantren as a distinct educational entity within the national system, the managerial transformation of pesantren curricula toward national standards remains a complex and largely underresearched process. This study investigates the transformation of pesantren curriculum management toward national education standards, pursuing three specific objectives: (1) to analyze the conceptual tensions between pesantren's traditional curriculum paradigm and national education standards requirements, (2) to identify the principal challenges in the managerial transformation of pesantren curricula, and (3) to formulate an integrative model of pesantren curriculum transformation that preserves classical Islamic scholarly tradition while fulfilling national education standards. Employing a systematic library research methodology drawing on thirty-three peer-reviewed sources published between 2020 and 2025, the study proposes the Pesantren Integrative Curriculum Transformation Model (PICTM), a four-pillar framework balancing tafaqquh fiddin preservation with modern curriculum management principles.
Kematian Spiritual Dalam Praktik Keagamaan: Kajian Literatur Perspektif Tasawuf Audi sifah karimah; Amalia Febrianti; Ferlinda Tiara Putri; Naurotun Nihayah; Siti Ade Nurazizah; Moch. Mahdiyan Nasikhin
Jurnal Edukasi Vol 14 No 1 (2026): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v14i1.3527

Abstract

Fenomena krisis batin yang ditandai oleh melemahnya kesadaran manusia terhadap nilai-nilai keagamaan disebut dengan kematian spiritual sehingga praktek agamanya itu kehilangan dimensi esensial nya. Penelitian yang kami lakukan ini bertujuan untuk menganalisis konsep dari kematian spiritual yang diambil dalam perspektif Tasawuf, dimulai dari mengidentifikasi indikatornya dalam praktek keagamaan serta mengkaji dampak terhadap perilaku yang religius dalam hal kehidupan modern. Metode yang kami gunakan adalah study literatur dengan menggunakan pendekatan kualitatif, melalui penelaah kritis terhadap Beberapa sumber klasik dan kontemporer dalam kajian Tasawuf. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kematian spiritual itu tercermin dalam ibadah formal yang bertujuan untuk formalitas saja, matinya hati, hilangnya ketenangan batin, menurunnya akhlak, serta melemahnya kepekaan kepekaan batin. Tentu saja kondisi ini berdampak pada munculnya perilaku perilaku religius yang sifatnya hanya simbolik, hanya ingin dipuji, serta terjadinya this integrasi antara aspek lahiriahnya dan batinnya dalam beragama. Tasawuf juga menawarkan kerangka solutif melalui proses penyucian jiwa atau yang biasa disebut Tazkia al-nafas, penguatan kesadaran ilahiah serta menginternalisasikan nilai-nilai spiritual dalam segala praktek ibadah. Oleh karena itu revitalisasi dimensi batin menjadi prasyarat penting, untuk kita membangun sifat religius yang authentic dan Transformatif Di era modern zaman sekarang ini.
Tawakal sebagai Prinsip Dasar Kehidupan Religius Ade Nurkhayati; Khoirunnisa Khoirunnisa; Moch. Mahdiyan Nasikhin; Siti Nurasih; Syifqoh Shafrina; Yusuf Maulana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tawakal sebagai prinsip dasar dalam kehidupan religius seorang muslim. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber, seperti Al-Qur’an, hadis, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tawakal merupakan sikap berserah diri kepada Allah Swt. setelah melakukan usaha secara optimal. Tawakal tidak dimaknai sebagai sikap pasif, tetapi sebagai keseimbangan antara ikhtiar dan ketergantungan spiritual kepada Allah. Implementasi tawakal dalam kehidupan sehari-hari mampu membentuk pribadi yang sabar, optimis, bertanggung jawab, serta memiliki ketenangan jiwa dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Dengan demikian, tawakal menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan religius yang harmonis.
Indicators of Spiritual Mortality in Religious Practice: A Conceptual Study of Theological and Psychological Perspectives Sohibul Barkah; Cicih Sarinengsih; Patrizio Sanna; Diah Siti Rodyah; Moch. Mahdiyan Nasikhin; Atin Priatin Munawaroh; Apriyanin; Resa Ineukeu Kusumahwati
International Journal of Sociology of Religion Vol. 3 No. 2 (2025): International Journal of Sociology of Religion
Publisher : ASTEEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70687/fyv2be72

Abstract

This paper attempts to re-read, rather carefully, what spiritual death actually means in religious practice. The focus is not just on whether or not religious activity is crowded, but on something that often goes unnoticed: the depth of the inner experience. In many places, for example, religious studies are becoming more accessible, mosques are full at certain times, and even da'wah content is circulating on social media. But at the same time, there is an impression that the intensity is not always directly proportional to the quality of the experience. That is where this research departed. The approach used is qualitative through library research. The Book of Al-Hikam is used as the main foothold to explore the idea of the death of the heart, then read side by side with the thoughts of other scholars as well as contemporary psychological frameworks such as religious/spiritual struggles, meaning-making, and spiritual numbness. This process is not always linear, but sometimes it shows an interesting tension between the symbolic language of Sufism and the analytical concept of psychology. The findings lead to one rather disturbing but important conclusion: religious practices that are not deeply internalized risk giving rise to spiritual stagnation, even contradictions in everyday moral attitudes. This is where this research tries to contribute, although certainly not perfectly, by bringing together classical Sufism and modern psychology in one more complete conversation about the inner dynamics of religion.