Dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra, penelitian ini menyelidiki fenomena kesepian yang tidak terlihat pada usia 27 tahun dalam cerpen Denita Sal Sabila berjudul "27." Bagaimana pengalaman tokoh menunjukkan kesepian tersembunyi dan bagaimana dinamika kepribadian memengaruhi kondisi tersebut adalah masalah utama dalam penelitian ini. Berdasarkan teori psikoanalisis, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berbagai jenis kesepian yang tidak terlihat dan menganalisis konflik batin antara tokoh. Proses yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang melibatkan analisis isi terhadap data yang terdiri dari kutipan dari cerpen. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Freud (1923) tentang id, ego, dan superego. Penelitian ini menemukan bahwa kesepian yang tidak terlihat dalam cerpen ini muncul dalam berbagai bentuk, seperti kesepian sosial, kesepian emosional, reaksi psikosomatis, dan mekanisme pertahanan diri seperti penarikan diri. Selain itu, ada konflik antara id yang menginginkan kasih sayang, ego yang menerima kesendirian, dan superego yang menekan. Penelitian ini menemukan bahwa kesepian yang digambarkan dalam cerpen tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis dan multidimensional, dan bahwa konflik internal yang dialami oleh tokoh-tokoh di cerpen juga memengaruhinya. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra dapat membantu memahami psikologi manusia, terutama saat dewasa muda.
Copyrights © 2026