Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi praktik bahasa Bugis dalam budaya digital melalui pendekatan Antropolinguistik. Fokus penelitian meliputi bentuk transformasi bahasa, makna budaya yang terkandung, serta implikasinya terhadap identitas digital masyarakat Bugis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif digital, dokumentasi, dan pencatatan kontekstual pada platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, pengodean, analisis kontekstual, dan interpretasi antropolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi praktik bahasa Bugis dalam media sosial ditandai oleh enam temuan utama, yaitu (1) munculnya campur kode dan hibriditas bahasa, (2) simplifikasi struktur bahasa, (3) pergeseran norma kesantunan, (4) penggunaan simbol digital sebagai bagian dari komunikasi multimodal, (5) fungsi bahasa sebagai representasi identitas digital, dan (6) pengaruh konteks komunikasi terhadap pilihan bahasa. Temuan ini mengindikasikan bahwa bahasa Bugis tidak mengalami kemunduran, melainkan beradaptasi secara dinamis dalam menghadapi perubahan teknologi dan budaya. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian antropolinguistik dalam konteks digital dengan menegaskan bahwa bahasa merupakan praktik budaya yang terus mengalami transformasi. Secara praktis, penelitian ini memberikan dasar bagi upaya pelestarian bahasa Bugis melalui pemanfaatan media sosial sebagai ruang baru bagi praktik bahasa.
Copyrights © 2026