Penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa menanamkan nilai pendidikan karakter pada anak melalui media yang sesuai dengan dunia mereka, seperti dongeng, sangat penting. Bagaimana lima dongeng anak menggambarkan nilai-nilai pendidikan karakter adalah masalah utama penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai sosial, budaya, dan religius yang terkandung dalam dongeng Tuah (Tupai Si Pantang Menyerah), Leu (Lebah yang Bersatu), Tresalong (Trenggiling Sang Penolong), Kebati (Kelelawar yang Baik Hati), dan Pashol (Panda Anak Soleh). Dalam penelitian kualitatif ini, pendekatan analisis isi digunakan. Kategori nilai pendidikan karakter digunakan untuk menganalisis data yang berasal dari kutipan dalam cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima dongeng mengandung nilai karakter yang berbeda. Ini termasuk kerja keras dan pantang menyerah, kerukunan dan kerja sama, empati dan pengorbanan, kebaikan hati dan kepedulian sosial, religiusitas dan tanggung jawab spiritual. Untuk membuat nilai-nilai tersebut mudah dipahami oleh anak-anak, karakter, alur, dan konflik digunakan secara sederhana. Selain itu, memberi anak cerita yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari membantu mereka memahami nilai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dongeng anak dapat berfungsi sebagai media pembelajaran karakter yang efektif karena dapat mengintegrasikan elemen kognitif, afektif, dan moral secara menyenangkan dan kontekstual.
Copyrights © 2026