Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KONSTRUKSI KEHILANGAN DALAM LIRIK LAGU “SESI POTRET” KARYA EŃAU DAN ARI LESMANA: KAJIAN STILISTIKA Sri Mulyani R; Rahmi Mardatillah
Panrita: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah serta Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2026): PANRITA: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v6i1.85880

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi kehilangan dalam lirik lagu “Sesi Potret” karya eńau dan Ari Lesmana melalui kajian stilistika. Metode penelitian ini ialah deskriptif kualitatif karena data yang digunakan berupa kata, frasa, dan larik dalam lirik lagu “Sesi Potret” yang berkaitan erat dengan kehilangan, kesedihan, kerinduan, dan penyesalan. Data tersebut dikumpulkan melalui teknik simak dan catat. Kemudian, dianalisis dengan cara mengidentifikasi, mengelompokkan, menafsirkan, dan menyimpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi kehilangan dalam lirik lagu “Sesi Potret” dilakukan melalui diksi eufemistis, ungkapan simbolik, citraan, kontras, repetisi, dan persona lirik. Unsur-unsur tersebut berfungsi untuk memperhalus makna kematian, menunjukkan ketiadaan orang yang dicintai, menghadirkan kenangan, serta menegaskan rasa sedih, rindu, dan sesal yang muncul saat seseorang merasa kehilangan. Dengan demikian, lirik lagu “Sesi Potret” menunjukkan bahwa kehilangan tidak hanya dinyatakan secara langsung, tetapi juga dikonstruksi melalui unsur-unsur stilistika yang saling berkaitan, sehingga pengalaman kehilangan terasa lebih kuat dan bermakna.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI SASTRA ANAK: STUDI PADA 5 DONGENG ANAK DUNIA KARYA DEDIK DWI PRIHATMOKO : CHARACTER EDUCATION VALUES THROUGH CHILDREN'S LITERATURE: A STUDY OF 5 WORLD CHILDREN'S FAIRY TALES BY DEDIK DWI PRIHATMOKO Rahmi Mardatillah; Sri Mulyani R
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5018

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa menanamkan nilai pendidikan karakter pada anak melalui media yang sesuai dengan dunia mereka, seperti dongeng, sangat penting. Bagaimana lima dongeng anak menggambarkan nilai-nilai pendidikan karakter adalah masalah utama penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai sosial, budaya, dan religius yang terkandung dalam dongeng Tuah (Tupai Si Pantang Menyerah), Leu (Lebah yang Bersatu), Tresalong (Trenggiling Sang Penolong), Kebati (Kelelawar yang Baik Hati), dan Pashol (Panda Anak Soleh). Dalam penelitian kualitatif ini, pendekatan analisis isi digunakan. Kategori nilai pendidikan karakter digunakan untuk menganalisis data yang berasal dari kutipan dalam cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima dongeng mengandung nilai karakter yang berbeda. Ini termasuk kerja keras dan pantang menyerah, kerukunan dan kerja sama, empati dan pengorbanan, kebaikan hati dan kepedulian sosial, religiusitas dan tanggung jawab spiritual. Untuk membuat nilai-nilai tersebut mudah dipahami oleh anak-anak, karakter, alur, dan konflik digunakan secara sederhana. Selain itu, memberi anak cerita yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari membantu mereka memahami nilai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dongeng anak dapat berfungsi sebagai media pembelajaran karakter yang efektif karena dapat mengintegrasikan elemen kognitif, afektif, dan moral secara menyenangkan dan kontekstual.
PEMBALIKAN MORAL DALAM ANIMASI SATIRIS INSTAGRAM: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH Sri Mulyani R; Adilah Sabir
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84706

Abstract

Penelitian berjudul ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pembalikan moral dalam animasi satiris Instagram berdasarkan teori Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Terkait dengan tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena data yang dianalisis berupa dialog animasi satiris yang menampilkan karakter setan dan malaikat pada empat unggahan Instagram @colil___ yang bersifat publik. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan transkripsi, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang mencakup dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial-budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk pembalikan moral dalam animasi satiris Instagram, yaitu (1) pembalikan moral antara setan dan pemerintah, (2) pembalikan moral antara setan dan manusia, serta (3) pembalikan moral antara setan dan malaikat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa animasi satiris Instagram menjadi media kritik digital terhadap pemerintah melalui pembalikan moral.
Strategi Komunikasi Edukatif dalam Podcast Mom’s Corner bersama Najelaa Shihab tentang Pemilihan Pendidikan Anak Sri Mulyani R; Rahmi Mardatillah
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Edukatif dalam Podcast Mom's Corner bersama Najelaa Shihab tentang Pemilihan Pendidikan Anak”, yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi komunikasi edukatif yang digunakan dalam podcast tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini bersumber dari video podcast Mom's Corner episode 65 bersama Najelaa Shihab yang diunggah melalui kanal YouTube Nikita Willy Official. Data tersebut berupa tuturan narasumber yang memuat strategi komunikasi edukatif yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan katat. Kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi edukatif dalam podcast tersebut ditemukan dalam lima bentuk, yaitu memberi penjelasan, memberi arahan atau saran, memberi kritik, memberi contoh konkret, dan mengajak refleksi. Strategi yang dominan ditemukan adalah memberi penjelasan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa podcast tersebut berfungsi sebagai media edukatif yang membangun pemahaman orang tua tentang pentingnya pemilihan pendidikan anak.