Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi kode etik guru pada mahasiswa PBSI sebagai calon pendidik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi terhadap mahasiswa semester 6 dan 8 yang telah menempuh mata kuliah Profesi Kependidikan dan mengikuti PPL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa tentang kode etik guru tergolong baik secara kognitif, tetapi belum sepenuhnya terwujud dalam perilaku akademik maupun praktik lapangan. Internalisasi nilai berlangsung melalui tiga tahap, tetapi tahap transinternalisasi belum tercapai secara merata. Faktor pendukung meliputi pengalaman PPL, keteladanan dosen dan guru pamong, serta diskusi reflektif. Adapun faktor penghambat mencakup budaya akademik yang kurang konsisten dan pembelajaran yang terlalu teoretis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengalaman autentik dan pembelajaran kontekstual dalam menguatkan etika profesional calon guru.
Copyrights © 2026