Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan dan makna simbolik benda dalam tradisi Assongkabala masyarakat Makassar di Banggae Takalar dengan menggunakan teori antropologi interpretatif Clifford Geertz. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Keabsahan data diperoleh dari proses triangulasi dengan teknik triangulasi teori. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: proses pelaksanaan tradisi Assongkabala terdiri atas tiga tahapan yaitu, (1) tahapan pra pelaksanaan meliputi penetapan waktu pelaksanaan, persiapan perlengkapan dan sesajen, (2) tahapan pelaksanaan meliputi pembacaan doa dan Akratek, dan (3) tahapan pasca pelaksanaan meliputi pengambilan wadah Kakdok Massingkuluk. Makna simbolik benda dalam tradisi Assongkabala diperoleh melalui berbagai jenis benda atau simbol yang digunakan yang meliputi, Kakdok massingkuluk, Tompok kanre, Kakdok minyak, Umba-umba, Lekok Pakrappo, Pakleok, Bente, Kanjoli taibani, Kalongkong, Unti Bainang, Tumpi-tumpi, Jeknek inung, Kembokang, Paddupang, Bau-bauang, Kanre kebok, Mie goreng, Acarak bontek, Sambalak tiboang, Sikuyu, Doang, siagang Jukuk
Copyrights © 2026