Perkembangan teknologi digital di era masyarakat 5.0 membawa dampak signifikan terhadap proses pembelajaran, termasuk munculnya fenomena digital distraction pada siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru PAI serta menganalisis strategi yang diterapkan dalam mengatasi distraksi digital di SMAN 4 Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menangkap esensi pengalaman guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama meliputi rendahnya motivasi belajar siswa, gangguan konsentrasi akibat penggunaan gawai, keterbatasan literasi digital guru, serta kurang optimalnya regulasi penggunaan perangkat di kelas. Untuk mengatasi hal tersebut, guru menerapkan berbagai strategi, antara lain integrasi teknologi terkontrol, penerapan aturan kelas yang tegas, pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran, peningkatan literasi digital guru, pembatasan waktu layar, sesi refleksi nilai keislaman, serta gamifikasi materi PAI. Strategi-strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan fokus, partisipasi, dan relevansi pembelajaran PAI di era digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi adaptif dan literasi digital guru menjadi kunci dalam meminimalkan digital distraction serta mengoptimalkan pembelajaran PAI.
Copyrights © 2026