Akselerasi teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI) dan Big Data telah membawa perubahan fundamental dalam cara perolehan, pengolahan, dan pemanfaatan pengetahuan di ranah Pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi dan konsep integrasi antara ilmu agama (ayat qauliyah) dan ilmu sains (ayat kauniyah) sebagai solusi atas problematika dikotomi ilmu yang masih menjadi hambatan struktural di lembaga pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kepustakaan, dengan teknik penelusuran dan analisis isi terhadap literatur terkait transformasi kurikulum, paradigma pendidikan Islam, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam periode sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemisahan kaku antara wahyu dan rasionalitas menghasilkan ketidakseimbangan orientasi pembelajaran, di mana lulusan cenderung unggul secara teknis namun kering nilai spiritual. Era digital justru menjadi katalisator bagi renaisans pendidikan Islam melalui digitalisasi sumber otoritatif, personalisasi pembelajaran adaptif, serta integrasi etika teknologi dan adab digital dalam kurikulum. Kesimpulannya, integrasi epistemologi Islam dengan sains modern merupakan strategi vital untuk membentuk karakter peserta didik yang holistik, berpikir kritis, dan beretika. Saran penelitian ini adalah penguatan pengembangan kurikulum integratif, peningkatan kompetensi guru, serta internalisasi adab digital dalam koridor maqashid syariah agar penguasaan teknologi tetap bermuara pada kemaslahatan umat, dan model pembelajaran interdisipliner yang mempertemukan observasi ilmiah dengan tadabbur spiritual menjadi kunci utama dalam menghilangkan sekat dikotomi ilmu di masa depan.
Copyrights © 2026