Luthfiana Salwa Aulia
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Pendidikan Islam dan Sains Digital: Upaya Mengatasi Dikotomi Ilmu Era Modern Ilham Mukhtar Sya’bani; Linda Nabila; Luthfi Hutami Widhiastuti; Luthfiana Salwa Aulia; Muhtarudin
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.866

Abstract

Akselerasi teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI) dan Big Data telah membawa perubahan fundamental dalam cara perolehan, pengolahan, dan pemanfaatan pengetahuan di ranah Pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi dan konsep integrasi antara ilmu agama (ayat qauliyah) dan ilmu sains (ayat kauniyah) sebagai solusi atas problematika dikotomi ilmu yang masih menjadi hambatan struktural di lembaga pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kepustakaan, dengan teknik penelusuran dan analisis isi terhadap literatur terkait transformasi kurikulum, paradigma pendidikan Islam, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam periode sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemisahan kaku antara wahyu dan rasionalitas menghasilkan ketidakseimbangan orientasi pembelajaran, di mana lulusan cenderung unggul secara teknis namun kering nilai spiritual. Era digital justru menjadi katalisator bagi renaisans pendidikan Islam melalui digitalisasi sumber otoritatif, personalisasi pembelajaran adaptif, serta integrasi etika teknologi dan adab digital dalam kurikulum. Kesimpulannya, integrasi epistemologi Islam dengan sains modern merupakan strategi vital untuk membentuk karakter peserta didik yang holistik, berpikir kritis, dan beretika. Saran penelitian ini adalah penguatan pengembangan kurikulum integratif, peningkatan kompetensi guru, serta internalisasi adab digital dalam koridor maqashid syariah agar penguasaan teknologi tetap bermuara pada kemaslahatan umat, dan model pembelajaran interdisipliner yang mempertemukan observasi ilmiah dengan tadabbur spiritual menjadi kunci utama dalam menghilangkan sekat dikotomi ilmu di masa depan.
ANALISIS PENGALAMAN BELAJAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN BERBASIS GAMIFIKASI (BLOOKET) DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DI MADRASAH ALIYAH AL-FATIMIYAH Kayla Putri Auliani; Luthfiana Salwa Aulia; Larasati Nur Firzanah; Muhammad Lutfi Ramdani; Muhammad Fadlan Fadillah
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11611

Abstract

 This study aims to analyze the comparison between students' learning experiences and achievement motivation using the Blooket gamification platform and conventional technology-free learning at Madrasah Aliyah (MA) Al-Fathimiyah. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were gathered through observation, in-depth interviews, and documentation involving five key informants: one Islamic Religious Education (PAI) teacher, Yuda Maulana, S.Pd., and four students named Muhammad Fathir, Abu Bakar, Rahma, and Sa’adah. Data analysis was conducted inductively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of Blooket significantly transforms classroom dynamics into a more interactive, dynamic, and enjoyable environment compared to conventional methods. Gamification elements such as points, leaderboards, and rewards effectively enhance extrinsic motivation and stimulate the need for achievement through healthy competition. On the other hand, conventional face-to-face learning plays an irreplaceable role in fostering intrinsic motivation, instilling self-discipline, and strengthening emotional bonds between teachers and students. Technical challenges include unstable internet connectivity and a tendency for students to focus overly on game scores. This study concludes that a balanced integration of gamification as a motivational driver and conventional methods as character-building anchors is essential to optimize the educational process in madrasahs. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara pengalaman belajar dan motivasi berprestasi peserta didik menggunakan platform gamifikasi Blooket dengan pembelajaran konvensional tanpa teknologi di Madrasah Aliyah (MA) Al-Fathimiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan lima orang informan utama, terdiri dari satu orang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yaitu Yuda Maulana, S.Pd., serta empat orang peserta didik bernama Muhammad Fathir, Abu Bakar, Rahma, dan Sa’adah. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Blooket berhasil mentransformasi suasana kelas menjadi lebih interaktif, dinamis, dan menyenangkan dibandingkan metode konvensional. Fitur gamifikasi seperti poin, leaderboard, dan reward terbukti efektif meningkatkan motivasi ekstrinsik serta mendorong dorongan berprestasi (need for achievement) melalui kompetisi yang sehat. Di sisi lain, pembelajaran konvensional tatap muka tetap memegang peranan krusial yang tidak tergantikan dalam membangun motivasi intrinsik, menanamkan kedisiplinan mandiri, dan merekatkan iklim emosional antara guru dan murid. Kendala yang dihadapi meliputi hambatan teknis jaringan internet serta kecenderungan orientasi siswa pada skor permainan semata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi proporsional antara gamifikasi sebagai pemantik motivasi dan metode konvensional sebagai penguat nilai karakter diperlukan untuk mengoptimalkan proses pendidikan di madrasah.