Karakter kolaborasi dan kreatif dapat membantu siswa menjadi individu yang lebih baik. Terhambatnya kolaborasi siswa akan berdampak pada kreativitasnya, sehingga guru perlu mendorong dan memfasilitasi siswa untuk berkolaborasi, misalnya melalui pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter kolaborasi dan kreatif yang dibentuk melalui pembelajaran berbasis proyek pada materi sistem koloid. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan partisipan 162 siswa kelas X SMA Mujahidin Pontianak yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan instrumen lembar pengamatan karakter kolaborasi dan kreatif yang telah divalidasi oleh dua orang ahli di bidang pengembangan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kolaborasi siswa berada dalam kriteria sangat berkembang, sedangkan karakter kreatif berada dalam kriteria berkembang sesuai harapan. Nilai rata-rata persentase karakter kolaborasi seperti: berkontribusi pada diskusi kelompok (88,43%), bekerja secara efektif dalam kelompok (94,52%), dan berkomunikasi dalam kegiatan kelompok (83,13%) berada dalam kriteria sangat berkembang, sedangkan memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas kelompok (78,24%) berada dalam kriteria berkembang sesuai harapan. Sementara nilai rata-rata persentase karakter kreatif seperti menghasilkan gagasan yang orisinal (74,13%) dan menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal (74,79%) berada dalam kriteria berkembang sesuai harapan, sedangkan memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi (55,02%) berada dalam kriteria mulai berkembang. Oleh karena itu, karakter kolaborasi dan kreatif dapat dibentuk melalui pembelajaran berbasis proyek pada materi sistem koloid. Perlu adanya penelitian lanjutan untuk menganalisis kendala yang dihadapi siswa dalam berkreativitas, meskipun telah menunjukkan kolaborasi yang sangat baik dalam kelompok.
Copyrights © 2026