Pembelajaran abad ke-21 menuntut siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan literasi digital sebagai kompetensi penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu model pembelajaran yang dinilai relevan untuk mengembangkan kedua kompetensi tersebut adalah Problem Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis dan literasi digital siswa SMP dalam pembelajaran IPA dan Matematika. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan mengacu pada tahapan PRISMA, yaitu identification, screening, eligibility, dan included. Sumber data diperoleh dari artikel ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2020 sampai 2026 melalui database Google Scholar, ERIC, Scopus, ScienceDirect, dan Garuda. Berdasarkan hasil seleksi, diperoleh 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif melalui sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Problem Based Learning berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa melalui aktivitas pemecahan masalah, diskusi kelompok, analisis informasi, evaluasi argumen, dan penyusunan solusi kontekstual. Selain itu, integrasi Problem Based Learning dengan media digital juga mampu meningkatkan literasi digital siswa melalui kegiatan pencarian, pemilihan, evaluasi, dan pemanfaatan informasi digital dalam pembelajaran. Dengan demikian, Problem Based Learning dapat menjadi model pembelajaran yang efektif untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital siswa SMP dalam pembelajaran IPA dan Matematika. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengkaji penerapan Problem Based Learning berbasis teknologi digital secara empiris pada jenjang SMP, khususnya melalui eksperimen atau pengembangan media pembelajaran berbasis digital, agar diperoleh bukti yang lebih kuat mengenai efektivitasnya terhadap kemampuan berpikir kritis dan literasi digital siswa.
Copyrights © 2026