Hubungan panjang–berat merupakan parameter penting dalam biologi perikanan yang digunakan untuk menggambarkan pola pertumbuhan dan kondisi fisiologis ikan, serta menjadi dasar dalam pengelolaan induk pada kegiatan akuakultur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang–berat induk ikan nila JICA (Oreochromis niloticus) berdasarkan parameter panjang total (TL), panjang standar (SL), dan bobot tubuh (BW), serta membandingkan pola pertumbuhan antara ikan jantan dan betina. Sampling dilakukan terhadap 20 ekor induk ikan nila yang terdiri atas 10 ekor jantan dan 10 ekor betina yang dipelihara di unit keramba jaring apung (KJA) BPBAT Sungai Gelam. Analisis hubungan panjang–berat menggunakan model allometrik W = aLᵇ yang ditransformasi ke bentuk logaritmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien pertumbuhan (b) berdasarkan panjang total (TL) sebesar 0,557 (R² = 0,158) pada induk betina dan 2,287 (R² = 0,735) pada induk jantan. Berdasarkan panjang standar (SL), nilai b sebesar 0,435 (R² = 0,143) pada betina dan 2,324 (R² = 0,742) pada jantan. Seluruh nilai b < 3 menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, di mana pertambahan panjang tubuh lebih dominan dibandingkan pertambahan bobot. Nilai R² yang lebih tinggi pada induk jantan mengindikasikan hubungan panjang–berat yang lebih kuat dibandingkan betina, yang diduga berkaitan dengan perbedaan alokasi energi antara pertumbuhan somatik dan perkembangan reproduksi. Informasi ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar seleksi dan pengelolaan induk guna meningkatkan efisiensi produksi benih pada sistem budidaya ikan nila.
Copyrights © 2026