Kemiskinan ekstrem masih menjadi persoalan utama pembangunan wilayah pesisir di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lombok Barat. Masyarakat pesisir yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor perikanan menghadapi berbagai keterbatasan, seperti minimnya alat produksi, lemahnya kapasitas sumber daya manusia, serta kerentanan sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengentasan kemiskinan ekstrem melalui optimalisasi sumberdaya perikanan masyarakat pesisir di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Sampel penelitian sebanyak 110 responden masyarakat pesisir yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Variabel yang dianalisis meliputi ketersediaan alat produksi (X1), pendapatan perikanan (X2) dan pengentasan kemiskinan ekstrem (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien jalur bernilai -0.233 dengan t-statistic 2.653 dan p-value 0.008 (< 0.05), maka H1 diterima, menjelaskan bahwa ketersediaan alat produksi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengentasan kemiskinan ekstrem. Kemudian koefisien jalur sebesar -0.176, t-statistic 2.200, dan p-value 0.028 (< 0.05) menegaskan H2 diterima juga artinya pendapatan perikanan memberikan pengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan ekstrem. Penelitian ini menghasilkan model ekonomi secara statistik dalam pengentasan kemiskinan ekstrem berbasis optimalisasi sumberdaya perikanan yang menekankan pentingnya integrasi pengembangan ekonomi pesisir berkelanjutan.
Copyrights © 2026