Besarnya produksi jeruk yang dihasilkan oleh Kabupaten Banyuwangi belum diikuti dengan pengolahan kulit jeruk dan daun jeruk menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Hal ini menyebabkan kulit jeruk dan daun jeruk menjadi salah satu sumber sampah organik. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi dari daun jeruk dan kulit jeruk adalah dengan melakukan pengolahan menjadi minyak atsiri. Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi kulit jeruk siam (Citrus nobilis) dengan menggunakan pelarut n-heksana, petroleum eter, kloroform, dan etanol menggunakan metode sokhletasi dan kulit jeruk diberikan dua jenis perlakuan yakni kulit jeruk segar serta kulit jeruk yang dikeringanginkan selama 14 hari, kedua jenis kulit jeruk tersebut diinkubasi dalam ekstraktor pada suhu ruang sebelum ekstraksi dilakukan. Analisis dengan menggunakan GC-MS, didapatkan bahwa kandungan terpenoid yang paling dominan dalam ekstrak kulit jeruk berdasarakan persentase kelimpahan relatifnya adalah dl-limonene dengan kadar berada di rentang 23.94-58.90% tergantung jenis pelarut yang digunakan serta perlakuan awal yang diberikan pada kulit jeruk tersebut. Pada penelitian ini didapatkan bahwa ekstraksi kulit jeruk siam dengan metode sokhletasi menggunakan kulit jeruk segar dengan menggunakan pelarut klorofom menghasilkan ekstrak organik dengan persentase kelimpahan relatif dl-limonene yakni 58,90%.
Copyrights © 2026