Pendidikan inklusif bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang setara kepada semua siswa, termasuk mereka yang mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), dalam lingkungan sekolah umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ciri-ciri siswa dengan ADHD, usaha yang dilakukan oleh guru, dan tantangan yang mereka hadapi dalam pelaksanaan pembelajaran inklusif di SD Negeri 74 di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan ADHD memperlihatkan ciri-ciri seperti hiperaktif, sulit berkonsentrasi, dan impulsif, yang tercermin dari perilaku mereka yang sering berjalan-jalan di dalam kelas, keluar-masuk ruangan, serta mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Guru telah berupaya untuk mendukung siswa dengan berbagai cara, termasuk pendekatan yang bersifat pribadi, komunikasi langsung, dan pengarahan individu, namun masih terdapat tantangan seperti kurangnya strategi yang tepat, fasilitas yang mendukung, dan kesulitan dalam mempertahankan fokus siswa selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pihak sekolah, pelatihan bagi para guru, serta kolaborasi antara guru dan orang tua supaya pelaksanaan pembelajaran inklusif dapat lebih optimal.
Copyrights © 2026