Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Inklusi Bagi Siswa Tunagrahita di Sekolah Alam Langit Biru Kota Bengkulu Zahra Fadelia Putri; Anisa Isye Fadila; Nur faddilah Salsabila; Jenistika Habibah; Dhea Aprilliyanti; Aditya Wira Praharsa; Irfan Supriatna; Anisah Dwi Indah sari
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i3.2636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran inklusi bagi siswa tunagrahita di Sekolah Alam Langit Biru Kota Bengkulu. Fokus kajian meliputi karakteristik siswa, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, strategi diferensiasi, sistem asesmen, serta faktor pendukung dan penghambat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap guru pendamping khusus, yang dilaksanakan pada 11 Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tunagrahita (HY, 11 tahun, kelas IV) memiliki keterbatasan dalam komunikasi verbal, konsentrasi visual, dan interaksi sosial, namun masih mampu memahami instruksi sederhana. Pembelajaran dilakukan dengan integrasi di kelas reguler melalui penyesuaian materi, media konkret, dan diferensiasi tugas. Penilaian tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga kemandirian siswa. Faktor pendukung meliputi lingkungan yang menerima dan keberadaan guru pendamping, sedangkan hambatan utama adalah keterbatasan komunikasi yang memerlukan bimbingan intensif.
Etika Kewargaan Digital dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Anisah Dwi Indah Sari
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v15i2.23901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketentuan-ketentuan dalam undang-undang ITE yang berkaitan dengan perilaku etis warga negara di ruang digital serta melihatkan bentuk-bentuk pelanggaran etika kewargaan digital yang sering terjadi dan hubungan dengan pasal-pasal UU ITE serta bagaimana Pendidikan kewarganegaraan memiliki andil dalam proses pembentukan etika yang baik bagi warga negara dalam ranah dunia digital. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Dikaji dengan pengumpulan data bersumber pada berbagai literatur, seperti buku, jurnal ilmiah, dokumen resmi, arsip, laporan, penelitian, artikel, maupun sumber tertulis lainnya.  Dengan temuan hasil yakni segala bentuk karakteristik virtualitas ruang siber memungkinkan konten ilegal seperti Informasi dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, perjudian, penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman, penyebaran berita bohong diperlukan penegasan peran Pemerintah dalam mencegah penyebarluasan konten illegal dengan melakukan tindakan pemutusan akses terhadap Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar hukum agar tidak dapat diakses serta penanaman karakter warga negara melalui pendidikan kewarganegaraan dalam konteks digital dalam pelajaran atau mata kuliah di jenjang perguruan tinggi atau sekolah di harapkan mampu menjadi benteng dalam mencegah etika dan perilaku warga negara yang menyimpang dalam koridor penggunaan dan akses dalam dunia digital.
ANALISIS TANTANGAN GURU DALAM MENANGANI SISWA ADHD PADA PEMBELAJARAN DI KELAS 1 SD NEGERI 74 KOTA BENGKULU Wulan Septi Ayu; Vegi Miranti; Bima Pertama Sari; Farida Yustika Sari; Via; Irfan Supriatna; Anisah Dwi Indah Sari
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v4i1.6950

Abstract

Pendidikan inklusif bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang setara kepada semua siswa, termasuk mereka yang mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), dalam lingkungan sekolah umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ciri-ciri siswa dengan ADHD, usaha yang dilakukan oleh guru, dan tantangan yang mereka hadapi dalam pelaksanaan pembelajaran inklusif di SD Negeri 74 di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan ADHD memperlihatkan ciri-ciri seperti hiperaktif, sulit berkonsentrasi, dan impulsif, yang tercermin dari perilaku mereka yang sering berjalan-jalan di dalam kelas, keluar-masuk ruangan, serta mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Guru telah berupaya untuk mendukung siswa dengan berbagai cara, termasuk pendekatan yang bersifat pribadi, komunikasi langsung, dan pengarahan individu, namun masih terdapat tantangan seperti kurangnya strategi yang tepat, fasilitas yang mendukung, dan kesulitan dalam mempertahankan fokus siswa selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pihak sekolah, pelatihan bagi para guru, serta kolaborasi antara guru dan orang tua supaya pelaksanaan pembelajaran inklusif dapat lebih optimal.
PERAN GURU KELAS DALAM MENDAMPINGI SISWA DENGAN KARAKTERISTIK ADHD DI MIS ASYIFA KOTA BENGKULU Diska Lestari; Dia Aqmarina; Lexa Lingga Rezqi; Rifqi Farid Al-Aziz; Tiara Anggraini; Zeta Putriyani; Irfan Supriatna; Anisah Dwi Indah Sari
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v4i1.6957

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan bentuk pemenuhan hak setiap peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi, termasuk bagi siswa dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Namun, implementasi pendidikan inklusif di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam penanganan siswa ADHD di kelas reguler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam menangani siswa ADHD pada pembelajaran di MIS Asyifa Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas 2A berinisial ZNS yang menunjukkan karakteristik ADHD. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara bersama wali kelas, serta diperkuat oleh catatan lapangan (field notes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZNS mengalami hambatan berupa kesulitan mempertahankan fokus, keterlambatan membaca dan menulis (reading and writing delay), serta impulsivitas verbal. Dalam menangani kondisi tersebut, guru kelas mengimplementasikan peran profesionalnya secara mandiri sebagai pembimbing individual, fasilitator adaptif, pengelola pembelajaran responsif, dan evaluator yang fleksibel. Meskipun demikian, implementasi pendampingan masih menghadapi kendala berupa ketiadaan Guru Pendamping Khusus (GPK) dan kurangnya kontinuitas penanganan di rumah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru melalui pelatihan serta kolaborasi sinergis berkelanjutan melalui buku penghubung antara sekolah dan orang tua guna mendukung pembelajaran siswa ADHD secara optimal.
STRATEGI GURU DALAM MENANGANI SISWA ADHD PADA KELAS INKLUSI: STUDI KASUS PADA SEKOLAH DASAR DI KOTA BENGKULU Mefta Dwi Sapitri; Nurzakiah Efrismadhani; Dita Rahma Yuda; Mutiara Ramadhanty; Windi Triamanda; Chalista Apriastuti; Irfan Supriatna; Anisah Dwi Indah Sari
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v4i1.6958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penanganan serta tantangan yang dihadapi guru dalam mengelola siswa dengan karakteristik Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada kelas inklusi di SD Negeri 85 Kota Bengkulu dan SDIT Alam Generasi Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan strategi penanganan siswa ADHD pada kedua sekolah. SDN 85 Kota Bengkulu yang tidak memiliki Guru Pendamping Khusus (GPK) mengandalkan pendekatan personal, media audio-visual, pembelajaran berbasis praktik, dan tutor sebaya. Sementara itu, SDIT Alam Generasi Islam didukung oleh keberadaan GPK yang memberikan pendampingan individual secara intensif. Meskipun menerapkan strategi yang berbeda, kedua sekolah masih menghadapi tantangan berupa perilaku hiperaktif, kesenjangan akademik, dan perlunya keterlibatan orang tua dalam mendukung pembelajaran siswa ADHD.
STRATEGI GURU DALAM PEMBELAJARAN ANAK AUTISME DI SDN 06 KOTA BENGKULU Winda Permitasari; Fiona Aulia Annanda; Triska Mufita; Nurul Aini; Meydia Permatasari; Irfan Supriatna; Anisah Dwi Indah Sari
Eskul : Jurnal Pengajaran dan Pengembangan Sekola Vol. 2 No. 2 (2026): ESKUL: Jurnal Pengajaran Dan Pengembangan Sekolah
Publisher : Yayasan Al Husna Putri Jannah Okus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65836/zc631877

Abstract

Salah satu jenis anak berkebutuhan khusus yang sering dijumpai di sekolah inklusi adalah anak dengan gangguan autisme. Anak dengan kondisi ini biasanya memiliki karakteristik seperti kesulitan berkomunikasi, kurangnya interaksi sosial, serta cenderung sibuk dengan dunianya sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2026 di SDN 06 Kota Bengkulu yang beralamat di Jl. Nusyirwan Zainul, Kampung Bali, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada adanya siswa berkebutuhan khusus dengan karakteristik autisme yang mengikuti pembelajaran di sekolah tersebut. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan subjek berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai dengan kebutuhan penelitian