Penelitian ini menyelidiki peran pendidikan multikultural, interaksi sosial, dan kesadaran budaya dalam menumbuhkan toleransi di kalangan siswa SMA di Jawa Barat. Meningkatnya kompleksitas keragaman sosial dan interaksi antarbudaya di kalangan remaja menyoroti pentingnya mengidentifikasi faktor pendidikan dan sosial yang mendukung pengembangan sikap toleran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Data dikumpulkan dari 250 siswa SMA melalui kuesioner terstruktur yang diukur menggunakan skala Likert lima poin. Variabel yang diteliti meliputi pendidikan multikultural, interaksi sosial, kesadaran budaya, dan toleransi. Analisis data dilakukan menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 25, termasuk statistik deskriptif, pengujian validitas dan reliabilitas, pengujian asumsi klasik, regresi linier berganda, koefisien determinasi, dan pengujian hipotesis menggunakan uji-t dan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural, interaksi sosial, dan kesadaran budaya masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap toleransi di kalangan siswa. Pendidikan multikultural secara signifikan memengaruhi toleransi, menunjukkan bahwa pengalaman pendidikan inklusif berkontribusi pada sikap yang lebih menerima terhadap keragaman. Interaksi sosial juga menunjukkan efek positif, menunjukkan bahwa keterlibatan konstruktif di antara siswa memperkuat saling pengertian dan mengurangi hambatan sosial. Kesadaran budaya muncul sebagai prediktor terkuat, menekankan pentingnya mengenali dan menghargai keragaman budaya dalam membentuk perilaku toleran. Secara bersamaan, ketiga variabel tersebut secara signifikan memengaruhi toleransi dan menjelaskan 46,8% varians dalam tingkat toleransi siswa (R² = 0,468). Temuan ini menunjukkan bahwa sekolah harus memperkuat praktik pembelajaran multikultural, memfasilitasi interaksi sosial yang inklusif, dan mempromosikan kesadaran budaya sebagai strategi pendidikan terintegrasi untuk mengembangkan toleransi dan mendukung kohesi sosial di kalangan remaja.
Copyrights © 2026