Perkembangan teknologi pembelajaran di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam proses pendidikan, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek pemahaman peserta didik. Konsep learning to know yang diperkenalkan oleh UNESCO menekankan pentingnya kemampuan memahami dan mengolah pengetahuan, bukan sekadar menghafal informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui perspektif konstruktivisme dalam mendukung konsep learning to know. Metode yang digunakan adalah studi kasus berbasis data sekunder yang bersumber dari laporan pendidikan, artikel ilmiah, dan fenomena pembelajaran digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan teknologi pembelajaran masih cenderung bersifat pasif dan berorientasi pada penyampaian informasi. Hal ini tidak sejalan dengan prinsip konstruktivisme yang menekankan pembelajaran aktif.
Copyrights © 2026