Perkembangan teknologi digital menyebabkan tingginya aksesibilitas gawai pada anak usia dini, di mana data BPS (2024) mencatat 39,71% anak telah menggunakan telepon seluler. Lebih lanjut, data GNFI (2022) menunjukkan 25,4% anak menggunakan gawai lebih dari dua jam per hari, dengan dominasi 62,33% untuk sarana hiburan. Paparan layar yang berlebihan ini berdampak pada menurunnya tingkat konsentrasi belajar anak di sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kecanduan gawai dan dampaknya terhadap konsentrasi belajar anak melalui perspektif teori Operant Conditioning B.F. Skinner, serta menawarkan solusi berbasis modifikasi perilaku. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus berbasis data sekunder dari laporan resmi (BPS dan GNFI) serta sepuluh jurnal ilmiah terbaru. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecanduan gawai terjadi karena gawai bertindak sebagai super-reinforcer yang memberikan immediate positive reinforcement (hadiah instan), membuat proses belajar konvensional terasa kekurangan reinforcer (penguat) dan menurunkan fokus anak. Sebagai solusi pedagogis, artikel ini merekomendasikan penerapan teknik modifikasi perilaku, yaitu Extinction (penghapusan bertahap), Behavior Contract (kontrak perilaku), dan Token Economy, guna mengembalikan konsentrasi dan minat belajar siswa.
Copyrights © 2026