Lingkungan pembelajaran merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan proses pendidikan anak usia dini. Artikel ini bertujuan menganalisis kondisi lingkungan pembelajaran di TK Bina Nurani Surabaya dari aspek fisik, sosial, dan psikologis dalam kaitannya dengan penciptaan suasana belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum lingkungan pembelajaran di TK Bina Nurani telah memenuhi sejumlah indikator kualitas, terutama pada aspek sosial dan psikologis yang ditandai oleh interaksi guru-anak yang hangat, suasana kelas yang tidak tegang, serta kebebasan ekspresi anak. Namun demikian, terdapat keterbatasan pada aspek fisik, antara lain minimnya ruang gerak, tidak tersedianya area bermain outdoor, dan belum adanya pembagian sentra pembelajaran yang memadai. Temuan ini kemudian dianalisis menggunakan kerangka teori perkembangan kognitif Jean Piaget, teori interaksi sosial Lev Vygotsky, serta teori ekologi perkembangan Urie Bronfenbrenner. Artikel ini memberikan rekomendasi perbaikan yang bersifat praktis dan berbasis teori, mulai dari penataan ulang ruang kelas, penambahan alat permainan edukatif, hingga penguatan kompetensi pedagogis guru dalam mengelola dinamika kelas yang beragam. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengelola lembaga PAUD dalam mengoptimalkan kualitas lingkungan belajar anak.
Copyrights © 2026