Penelitian ini mengkaji mengenai dukungan saudara kandung (sibling support) dalam proses pembelajaran di rumah pada siswa autis yang bersekolah di sekolah inklusi. Anak dengan gangguan spektrum autisme (ASD) umumnya mengalami hambatan dalam komunikasi, interaksi sosial, serta perilaku yang dapat memengaruhi proses belajar mereka. Oleh sebab itu, dukungan dari keluarga, terutama saudara kandung, menjadi salah satu faktor penting dalam membantu perkembangan akademik maupun emosional anak autis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang dipadukan dengan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sibling anak autis pada umumnya mampu menerima kondisi saudara mereka, meskipun sebagian masih mengalami tekanan emosional, rasa malu, kecemasan, serta beban tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan konseling kelompok membantu para sibling untuk mengekspresikan perasaan dan emosi yang selama ini dipendam sehingga mereka merasa lebih lega dan dapat memahami kondisi saudara mereka dengan lebih baik. Penelitian juga menemukan bahwa penggunaan metode pembelajaran seperti Applied Behavior Analysis (ABA), media visual, serta teknologi berbasis aplikasi dapat mendukung proses belajar anak autis baik di rumah maupun di sekolah inklusif. Dengan demikian, dukungan keluarga, penerimaan sosial, serta penerapan metode pembelajaran yang sesuai memiliki peran penting dalam meningkatkan perkembangan akademik dan kemampuan sosial anak autis.
Copyrights © 2026