Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam membangun budaya mutu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SD Muhammadiyah 2. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai pemimpin, motivator, fasilitator, dan penggerak budaya mutu di sekolah. Budaya mutu dibangun melalui berbagai program, seperti pembiasaan disiplin, kegiatan literasi, rapat evaluasi rutin, pengembangan komunitas belajar guru, serta pelibatan orang tua dalam kegiatan sekolah. Kepala sekolah juga memberikan motivasi kepada guru melalui apresiasi, pendampingan, dan kesempatan mengikuti kegiatan pengembangan profesional. Implementasi budaya mutu berdampak positif terhadap peningkatan profesionalisme guru yang ditunjukkan melalui meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, refleksi pembelajaran, dan inovasi dalam proses pembelajaran. Selain itu, budaya mutu turut meningkatkan kualitas pembelajaran yang ditandai dengan keterlibatan aktif peserta didik, suasana belajar yang kondusif, serta pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa. Meskipun terdapat kendala berupa perbedaan kesiapan guru dalam menerima perubahan, keterbatasan waktu, dan sarana prasarana, berbagai upaya seperti komunikasi yang efektif, pendampingan berkelanjutan, dan penguatan kolaborasi antar guru mampu mendukung keberlangsungan budaya mutu di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam membangun budaya mutu yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di SD Muhammadiyah 2.
Copyrights © 2026