Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas manajemen pelayanan pendidikan inklusif dalam menghadapi keterbatasan sumber daya di SLB Khusus Bina Mandiri Surabaya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan pendidikan inklusif ditopang oleh strategi adaptif lembaga, yang meliputi penerapan asesmen individu, adaptasi kurikulum berbasis keterampilan hidup (life skills), fleksibilitas peran tenaga pendidik, serta penguatan sistem pelaporan dan akuntabilitas. Di sisi lain, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan struktural (resource gap) berupa keterbatasan tenaga profesional dan anggaran, yang berdampak pada praktik multitasking guru dan terbatasnya layanan pendukung. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah mengembangkan strategi kolaborasi lintas sektor dan optimalisasi sumber daya yang tersedia. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya ditentukan oleh kapasitas internal lembaga, tetapi juga memerlukan dukungan kebijakan yang lebih kuat dalam distribusi sumber daya dan penguatan tenaga profesional.
Copyrights © 2026