Kemampuan penalaran matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah, ditunjukkan oleh hasil TIMSS dan INAP serta data awal di MTs Ma’arif 11 Seputih Banyak, dimana 78,4% siswa belum mencapai KKM. Pembelajaran konvensional yang masih dominan menyebabkan siswa kurang aktif dan kurang mampu berpikir logis. Model pembelajaran inkuiri dipandang sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental (post-test only control design). Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen (inkuiri) dan kelas kontrol (konvensional). Teknik analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Uji hipotesis menunjukkan nilai , sehingga terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Maka dari itu, model pembelajaran inkuiri berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Model ini mendorong siswa berpikir kritis, aktif, dan mampu menarik kesimpulan secara logis. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji penerapan model inkuiri pada materi atau jenjang pendidikan yang berbeda.
Copyrights © 2026