Studi ini melakukan tinjauan literatur sistematis kualitatif (SLR) terhadap 28 jurnal peer-review yang diterbitkan dari tahun 2021 hingga 2026, yang meneliti strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Internasional (IHRM) yang digunakan untuk mempromosikan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang berkelanjutan di Delta Air Lines. Analisis menemukan empat strategi utama: (1) Manajemen ekspatriat untuk usaha patungan (JV) SkyTeam; (2) Pengembangan sumber daya manusia global melalui "perjalanan skala-pertama" yang menghasilkan tingkat keberhasilan 95% pada penilaian kinerja dan peningkatan 18 poin pada eNPS; (3) Manajemen SDM Hijau untuk mencapai target SAF 10% pada tahun 2030; dan (4) Teknologi "SCI-FI" SkyTeam Hub 2.0 yang dimungkinkan oleh AI SDM. Emisi Boeing 787 turun sebesar 7% setiap tahun, yang menyebabkan tingkat retensi karyawan sebesar 92%, 20.882 karyawan menjadi sukarelawan, dan donasi sebesar $38 juta pada tahun 2023. Namun, karena SAF (Sustainable Aviation Fuel) tidak selalu tersedia, target harus diubah dari net-zero pada tahun 2050 menjadi net-zero pada tahun 2026. Res Dynasty (2025) hanya menebak bagaimana IHRM (Integrated Human Resources Management) dan CSR (Corporate Social Responsibility) mengubah cara orang berpikir tentang perusahaan multinasional, tetapi hasilnya menunjukkan bahwa mereka salah. Mereka juga mengubah model fleksibel yang berfungsi untuk pasar penerbangan global.
Copyrights © 2026