Petani jagung di Desa Pasir Jaya, Kabupaten Bogor, umumnya mengelola lahan sempit dengan teknik penanaman manual yang membutuhkan waktu lama, bergantung pada tenaga kerja, serta menghasilkan jarak tanam yang tidak seragam. Kondisi riil lapangan ini berdampak pada efisiensi produksi yang rendah dan lemahnya pengelolaan usaha tani, karena sebagian besar petani belum melakukan pencatatan biaya dan hasil panen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi prapanen dan memperkuat pengelolaan usaha tani jagung melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin penanam jagung. Metode pengabdian meliputi sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi penggunaan mesin penanam jagung pada lahan percontohan seluas ±0,3 ha milik anggota Kelompok Tani Tani Jaya, disertai pendampingan teknis serta pelatihan pencatatan usaha tani sederhana. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan teknologi pada musim tanam yang sama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa waktu tanam berkurang dari ±2 hari menjadi ±1,5 hari per petak lahan dan kebutuhan tenaga kerja menurun sekitar 15–20%. Produktivitas jagung meningkat dari 5,3 ton/ha menjadi 5,8 ton/ha. Dari aspek pengelolaan usaha, petani mulai mampu menghitung biaya dan pendapatan, dengan penurunan biaya tanam sekitar 10%. Hasil ini menunjukkan bahwa teknologi tepat guna yang sesuai kondisi lapangan, disertai pendampingan usaha tani, penting untuk memperkuat ekonomi petani jagung secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026