Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan
Vol 21, No 1 (2026): Vol 21, No 1 (2026): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 21 No. 1

Analysis of Speech and Implications in Naomi Midori's Novel Patient

Novellyn Debora Sitorus (Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Jl. Sangnawaluh No.4, Siopat Suhu, Kec. Siantar Timur, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara 21136, Indonesia)
Hanna Giovanni Tampubolon (Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Jl. Sangnawaluh No.4, Siopat Suhu, Kec. Siantar Timur, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara 21136, Indonesia)
Chairo Dhear Nafalia Purba (Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Jl. Sangnawaluh No.4, Siopat Suhu, Kec. Siantar Timur, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara 21136, Indonesia)
Annisa Seftiawaty Damanik (Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Jl. Sangnawaluh No.4, Siopat Suhu, Kec. Siantar Timur, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara 21136, Indonesia)



Article Info

Publish Date
07 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis, fungsi, dan makna tindak tutur serta implikatur dalam novel Pasien karya Naomi Midori dengan pendekatan pragmatik sastra. Rumusan masalah penelitian meliputi: (1) jenis-jenis tindak tutur yang digunakan tokoh, (2) fungsi dan konteks penggunaannya, serta (3) jenis dan makna implikatur yang muncul dalam dialog. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan katat terhadap tuturan tokoh dalam novel. Analisis tindak tutur didasarkan pada klasifikasi ilokusi Searle (representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif), sedangkan analisis implikatur menggunakan teori prinsip kerja sama Grice, meliputi implikatur percakapan umum dan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memanfaatkan seluruh jenis tindak tutur secara dominan pada bentuk representatif dan direktif, yang berfungsi membangun alur, konflik, serta hubungan kekuasaan antartokoh. Implikatur muncul baik secara kontekstual maupun melalui pelanggaran maksim, terutama untuk menyampaikan ancaman, sindiran, manipulasi, dan pembenaran moral secara tidak langsung. Hubungan antara tindak tutur dan implikatur membentuk lapisan makna psikologis dan ideologi tokoh, sehingga dialog tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pengungkapan karakter, konflik batin, dan kritik sosial dalam novel.

Copyrights © 2026