Permasalahan dalam penelitian ini berawal dari rendahnya literasi sains, pembelajaran fisika yang monoton, dan kurangnya keterampilan kolaborasi siswa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan kolaborasi dan literasi sains melalui penerapan model REACT pada 31 siswa SMPN 7 Lubuklinggau. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen (Pretest-Posttest Design) dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Literasi sains meningkat dari skor rata-rata 20,74 menjadi 61,20 dengan N-Gain 0,78 (kategori tinggi). Peningkatan tertinggi terjadi pada S-26 dengan persentase 93%. Keterampilan kolaborasi juga meningkat dari 54,94 menjadi 69,01 dengan N-Gain 0,35 (kategori sedang), dengan peningkatan tertinggi terjadi pada K-1 memperoleh persentase 70,8%. Temuan ini menunjukkan bahwa model REACT efektif dalam mendorong pemahaman konsep sains dan kerja sama siswa. Implikasinya, model REACT dapat dijadikan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan interaktif, serta relevan untuk pengembangan literasi dan kolaborasi. Penelitian ini juga membuka peluang studi lanjutan di jenjang dan mata pelajaran lain.
Copyrights © 2026