Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode role play dalam meningkatkan keterampilan berbicara (maharah al-kalam) dan kepercayaan diri peserta didik di Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Pondok Pesantren Nurul Jadid. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan desain studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi role play di LPBA dilakukan melalui skenario situasional yang relevan dengan kehidupan pesantren, yang secara spesifik meningkatkan durasi dan kelancaran berbicara santri dari sekadar menjawab singkat menjadi kemampuan membangun dialog spontan tanpa teks. Data lapangan menunjukkan adanya reduksi kecemasan berbahasa (language anxiety), di mana peserta didik yang sebelumnya pasif mulai berani mengambil peran sentral dalam pertunjukan drama bahasa Arab. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan kosakata dan hambatan menghafal, strategi muwaajahah (pendampingan intensif) dan praktik al-isytiraak (kolaborasi peran) terbukti efektif mengatasinya. Dengan demikian, metode role play memberikan kontribusi signifikan dalam mentransformasi mentalitas santri dari "penerima bahasa" menjadi "pengguna bahasa" yang percaya diri, sekaligus memberikan model pedagogi bahasa yang adaptif bagi lingkungan pesantren.
Copyrights © 2026