Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan smartphone pada anak usia dini yang berisiko tanpa pendampingan tepat. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk dan makna pendampingan orang tua di Kelurahan Kauman berdasarkan Parental Mediation Theory. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan subjek tiga orang tua yang memiliki anak usia 4–5 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola pendampingan: konsisten, kurang konsisten, dan situasional. Orang tua yang menerapkan active, restrictive, dan co-use mediation secara konsisten berhasil mengarahkan anak pada penggunaan konten edukatif dan perilaku positif. Sebaliknya, pendampingan kurang konsisten dan situasional yang dipicu hambatan pekerjaan menyebabkan kontrol media lemah, sehingga anak cenderung mengalami tantrum saat penggunaan dibatasi. Pemaknaan orang tua terhadap pendampingan sebagai tanggung jawab edukatif menjadi faktor kunci keberhasilan mediasi, sementara pemaknaan reaktif cenderung gagal mencegah ketergantungan media. Konsistensi dalam menerapkan ketiga bentuk mediasi tersebut sangat menentukan kualitas tumbuh kembang dan regulasi emosi anak di era digital.
Copyrights © 2026