HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang serius. Data UNAIDS menunjukkan sekitar 39 juta orang hidup dengan HIV di dunia, dengan jutaan infeksi baru setiap tahun. Di Indonesia, laporan Kementerian Kesehatan RI mencatat lebih dari 500.000 kasus kumulatif HIV, dengan banyak kasus terjadi pada usia muda produktif. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pencegahan sejak usia sekolah melalui peningkatan literasi kesehatan yang terstruktur dan berbasis bukti. Remaja awal, termasuk siswa SMP, berada pada fase dengan rasa ingin tahu tinggi dan paparan media digital yang meningkat. Namun, literasi kesehatan tentang HIV/AIDS masih rendah, disertai miskonsepsi tentang penularan dan stigma terhadap ODHA, sehingga diperlukan edukasi yang tepat. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan siswa SMP tentang HIV/AIDS sebagai upaya pencegahan dini. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Februari 2026 di SMP 3 Monta dengan melibatkan 30 siswa menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) melalui edukasi dan pendampingan. Evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test dan dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 5,67 (SD=1,156) menjadi 8,47 (SD=1,252) dengan p-value <0,001. Kegiatan ini diharapkan memperkuat pencegahan primer melalui edukasi HIV/AIDS yang ilmiah, interaktif, dan ramah remaja.
Copyrights © 2026