Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk dengan masyarakat multikultural dan multireligius dan rentan akan perpecahan, polarisasi, dan radikalisme. Menghadapi tantangan tersebut moderasi beragama bertujuan untuk memberikan solusi dalam mengantisipasi tendensi problematika perpecahan bangsa tersebut. Beberapa nilai moderasi beragama tersebut diantaranya; tawasuth (moderat), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan iātidal (adil dan teguh prinsip), perlu diinternalisasikan baik melalui pendidikan maupun kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur dalam memperoleh informasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, Sultan Mandama Gamelan Musik Kontemporer dapat berperan sebagai penguatan nilai-nilai moderasi beragama. Melalui kolaborasi antara instrumen tradisional dan modern kemudian repertoar yang dibawakan mencakup lagu tradisi, religi serta popular berfungsi sebagai media dakwah kultural dan pembelajaran inklusif. Melalui perspektif pendekatan etnopedagogi dengan kemasan kearifan lokal merupakan inovasi pembelajaran yang relevan. Oleh sebab itu, peran musik dipahami mampu memberikan sumbangsih dalam menguatkan pemahaman tentang nilai-nilai moderasi beragama, kolaboratif dan humanis untuk masyarakat di lingkungan madrasah.
Copyrights © 2026