Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Musik sebagai Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama: Studi Etnopedagogi pada Sultan Mandama Gamelan Kontemporer Adi Suprayogi; Abi Karoma Batubara
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8565

Abstract

Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk dengan masyarakat multikultural dan multireligius dan rentan akan perpecahan, polarisasi, dan radikalisme. Menghadapi tantangan tersebut moderasi beragama bertujuan untuk memberikan solusi dalam mengantisipasi tendensi problematika perpecahan bangsa tersebut. Beberapa nilai moderasi beragama tersebut diantaranya; tawasuth (moderat), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan i‘tidal (adil dan teguh prinsip), perlu diinternalisasikan baik melalui pendidikan maupun kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur dalam memperoleh informasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, Sultan Mandama Gamelan Musik Kontemporer dapat berperan sebagai penguatan nilai-nilai moderasi beragama. Melalui kolaborasi antara instrumen tradisional dan modern kemudian repertoar yang dibawakan mencakup lagu tradisi, religi serta popular berfungsi sebagai media dakwah kultural dan pembelajaran inklusif. Melalui perspektif pendekatan etnopedagogi dengan kemasan kearifan lokal merupakan inovasi pembelajaran yang relevan. Oleh sebab itu, peran musik dipahami mampu memberikan sumbangsih dalam menguatkan pemahaman tentang nilai-nilai moderasi beragama, kolaboratif dan humanis untuk masyarakat di lingkungan madrasah.
Studi Deskriptif Profil Mahasiswa Bahasa dan Seni FKIP UNTIRTA Tahun 2025 Abdul Fatah; Robita Ika Annisa; Abi Karoma Batubara; Syifa Fadhilah Hamid; Elinta Budy; Dea Venda Marpaung; Adi Suprayogi; Saadiah Triastuti
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil minat mahasiswa FKIP Untirta tahun 2025 pada tiga program studi, yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Seni Pertunjukan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif melalui angket, wawancara, dan studi literatur, dengan melibatkan 313 mahasiswa semester I yang mayoritas merupakan generasi-Z. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berasal dari Provinsi Banten, lulusan SMA negeri, dengan jalur masuk didominasi SNBT. Media sosial, guru, teman, dan orang tua menjadi sumber informasi utama dalam pemilihan prodi. Faktor minat pribadi menjadi alasan terbesar memilih jurusan, disusul prospek karier, rekomendasi lingkungan, akreditasi, dan pertimbangan jarak. Minat karier didominasi profesi guru, sejalan dengan karakteristik program studi. Selain itu, mayoritas mahasiswa menunjukkan kecenderungan positif untuk merekomendasikan program studi kepada orang lain. Temuan ini menjadi dasar bagi penguatan strategi promosi dan kebijakan akademik berbasis kebutuhan mahasiswa.
Composing Pedagogical Identities: Digital Music-Making, Islamic Values, and Local Culture in Early Childhood Teacher Education Bahtiar Arbi; Adi Suprayogi; Brian Trinanda Kusuma Adi; Risali Salama
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v8i2.464

Abstract

Objective: Digital transformation in arts education has opened new avenues for prospective teachers to explore creativity through technology. This study aims to examine the experiences of students from the Early Childhood Islamic Education (PIAUD) Program in composing children’s songs that integrate Islamic values and local cultural elements using the digital music platform BandLab. Method: Employing an arts-based research approach combined with narrative inquiry, the study involved six students who produced original children’s songs as part of their final project in a music composition course. Data were collected through documentation of musical works (audio and visual), reflective writing, and narrative interviews. Result and Discussion: The findings reveal that students successfully embedded Islamic messagessuch as worship, ethics, and prophetic stories into simple yet educational musical structures suitable for early childhood. Local cultural elements, including regional vocabulary, rebana-inspired rhythmic motifs, and pentatonic melodic patterns, also emerged within their compositions. Narrative reflections highlight that the digital music-making process encouraged students to grow as creative, spiritually grounded, and technologically literate educators. This study underscores the potential of digital platforms like BandLab as pedagogical tools in Islamic early childhood music education and advocates for a more responsive curriculum aligned with the realities of the digital era. Conclusion: This study contributes to the growing body of knowledge on digital arts education by demonstrating how the integration of Arts-Based Research, digital music technology, Islamic values, and local culture can serve as an innovative pedagogical model in early childhood teacher education. It also offers practical implications for designing teacher education curricula that foster creativity, cultural responsiveness, and digital literacy in the era of educational transformation.