Ancaman NUBIKA sebagai bagian dari ancaman nonkonvensional memiliki potensi dampak luas terhadap keselamatan manusia, lingkungan, dan stabilitas nasional. Penanganan ancaman tersebut menuntut kesiapsiagaan militer yang didukung kolaborasi lintas sektor antara TNI dan badan/instansi non-kementerian pertahanan. Satuan Nuklir, Biologi, dan Kimia (NUBIKA) TNI Angkatan Darat berperan strategis dalam dekontaminasi dan mitigasi ancaman nuklir sebagai bagian dari sistem pertahanan negara semesta. Tesis ini bertujuan menganalisis strategi kesiapsiagaan kolaboratif Satuan NUBIKA TNI AD serta sinerginya dengan badan/instansi non-kementerian pertahanan. Penelitian ini menggunakan kerangka Teori Pertahanan Negara, Strategi Pertahanan dan Deterrence, Kesiapsiagaan Militer dan Manajemen Krisis, Teori Sinergi, Teori Kolaborasi serta Analisis SWOT Varian (IFAS/EFAS). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan kolaboratif Satuan NUBIKA TNI AD telah berjalan, namun belum optimal akibat keterbatasan regulasi terpadu, perbedaan mekanisme komando dan koordinasi, serta belum terintegrasinya sumber daya dan latihan bersama. Meskipun demikian, terdapat peluang penguatan sinergi melalui penyusunan kebijakan terpadu, peningkatan interoperabilitas, dan penguatan kapasitas kelembagaan lintas sektor guna meningkatkan efektivitas dekontaminasi dan mitigasi ancaman nuklir dalam mendukung pertahanan negara.
Copyrights © 2026