Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Kesiapsiagaan Dan Kolaborasi Satuan Nuklir, Biologi, dan Kimia Angkatan Darat Dengan Badan/Instansi Non-Kementerian Pertahanan Dalam Rangka Dekontaminasi dan Mitigasi Ancaman Nubika Tedi Setia Herlambang; Agus Winarna; Ruslan Arief
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8656

Abstract

Ancaman NUBIKA sebagai bagian dari ancaman nonkonvensional memiliki potensi dampak luas terhadap keselamatan manusia, lingkungan, dan stabilitas nasional. Penanganan ancaman tersebut menuntut kesiapsiagaan militer yang didukung kolaborasi lintas sektor antara TNI dan badan/instansi non-kementerian pertahanan. Satuan Nuklir, Biologi, dan Kimia (NUBIKA) TNI Angkatan Darat berperan strategis dalam dekontaminasi dan mitigasi ancaman nuklir sebagai bagian dari sistem pertahanan negara semesta. Tesis ini bertujuan menganalisis strategi kesiapsiagaan kolaboratif Satuan NUBIKA TNI AD serta sinerginya dengan badan/instansi non-kementerian pertahanan. Penelitian ini menggunakan kerangka Teori Pertahanan Negara, Strategi Pertahanan dan Deterrence, Kesiapsiagaan Militer dan Manajemen Krisis, Teori Sinergi, Teori Kolaborasi serta Analisis SWOT Varian (IFAS/EFAS). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan kolaboratif Satuan NUBIKA TNI AD telah berjalan, namun belum optimal akibat keterbatasan regulasi terpadu, perbedaan mekanisme komando dan koordinasi, serta belum terintegrasinya sumber daya dan latihan bersama. Meskipun demikian, terdapat peluang penguatan sinergi melalui penyusunan kebijakan terpadu, peningkatan interoperabilitas, dan penguatan kapasitas kelembagaan lintas sektor guna meningkatkan efektivitas dekontaminasi dan mitigasi ancaman nuklir dalam mendukung pertahanan negara.
Strategi Peningkatan Komunikasi Satuan South East Military Police Unit United Nations Interim Force in Lebanon dan Dampaknya Terhadap Keberhasilan Operasi Pemeliharaan Perdamaian Dunia Dela Guslapa Partadimadja; Agus Winarna; Ruslan Arief
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8685

Abstract

Peran komunikasi dalam operasi perdamaian multinasional merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan pelaksanaan misi. Satuan South East Military Police Unit (SEMPU) Kontingen Garuda XXV-O United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menghadapi tantangan komunikasi yang kompleks akibat perbedaan bahasa, budaya, prosedur kerja, serta sistem komando di antara personel multinasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi peningkatan komunikasi SEMPU, mengidentifikasi kendala komunikasi yang dihadapi, serta menganalisis dukungan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP TNI) dalam penyiapan kemampuan komunikasi personel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi. Kerangka analisis yang digunakan meliputi teori komunikasi lintas budaya Edward T. Hall, teori konstruktivisme Alexander Wendt, teori komunikasi organisasi Katz dan Kahn, serta analisis SWOT melalui IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan komunikasi SEMPU dilaksanakan melalui standardisasi prosedur komunikasi berbasis NATO, pelatihan komunikasi lintas budaya, penggunaan teknologi komunikasi terintegrasi, serta penguatan koordinasi antarunsur misi. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur komunikasi, perbedaan kemampuan personel, dan perbedaan konteks budaya yang memengaruhi efektivitas koordinasi. Oleh karena itu, strategi peningkatan komunikasi perlu diarahkan pada penguatan interoperabilitas sistem komunikasi, peningkatan kemampuan bahasa asing, dan pembinaan komunikasi lintas budaya secara lebih terstruktur.
Strategi PMPP TNI dalam Meningkatkan Profesionalisme Prajurit Peacekeeping Arbin Sany; Agus Winanrna; Ruslan Arief
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8767

Abstract

Kompleksitas operasi pemeliharaan perdamaian modern menuntut prajurit TNI yang profesional, adaptif, mampu berkomunikasi dalam lingkungan multinasional, menguasai prosedur PBB, serta siap menghadapi dinamika konflik di daerah misi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI dalam meningkatkan profesionalisme prajurit pada operasi pemeliharaan perdamaian dunia, mengidentifikasi kendala penerapannya, dan merumuskan solusi strategis yang relevan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, triangulasi, serta analisis SWOT dengan matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMPP TNI meningkatkan profesionalisme prajurit melalui penguatan sistem pelatihan pratugas, pembinaan mental dan disiplin, penyesuaian materi latihan dengan kebutuhan operasi PBB, pemanfaatan pengalaman misi, serta penguatan kerja sama internasional. Kendala utama meliputi keterbatasan kemampuan bahasa asing, sarana simulasi yang belum sepenuhnya realistis, kemampuan teknis pengoperasian dan pemeliharaan alutsista yang belum merata, serta keterbatasan dukungan anggaran dan logistik. Analisis SWOT menunjukkan posisi organisasi pada Kuadran II dengan koordinat (-0,20; 1,05), sehingga strategi yang direkomendasikan adalah strategi W-O. Rekomendasi penelitian menekankan pengembangan e-learning, simulasi digital, peningkatan bahasa asing, pembaruan kurikulum berbasis lesson learned, penguatan kualitas instruktur, serta modernisasi fasilitas latihan.