Rendahnya minat belajar anak dan tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara menjadi permasalahan sosial yang memerlukan penanganan berbasis masyarakat. Tercatat sekitar 7.600 anak putus sekolah pada jenjang SD dan SMP periode 2023–2024 akibat keterbatasan ekonomi keluarga, minimnya pendampingan belajar, dan terbatasnya akses pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Program HOME (Hug, Opportunity, Mentality, Education) oleh Human Initiative dalam meningkatkan minat belajar anak di Deli Serdang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap fasilitator program, anak peserta, dan orang tua peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program HOME berperan signifikan melalui empat fungsi AGIL Talcott Parsons, yaitu adaptasi metode pembelajaran sesuai kebutuhan anak, pencapaian tujuan berupa perilaku belajar yang lebih aktif dan antusias, integrasi sosial antara anak, fasilitator, dan orang tua, serta pemeliharaan pola belajar yang membentuk motivasi internal berkelanjutan. Peningkatan minat belajar tercermin pada aspek kognitif berupa meningkatnya kemampuan dan pemahaman belajar, aspek afektif berupa munculnya rasa senang dan semangat belajar tanpa paksaan, serta aspek sosial berupa interaksi positif dengan teman sebaya dan fasilitator. Kesimpulannya, Program HOME Human Initiative berperan nyata dalam meningkatkan minat belajar anak dari keluarga prasejahtera di Deli Serdang melalui pendidikan nonformal yang adaptif, terstruktur, dan berorientasi pada perkembangan anak secara menyeluruh.
Copyrights © 2026