Organisasi Kerohanian Islam (Rohis) di madrasah aliyah negeri memiliki potensi strategis dalam membentuk kepemimpinan religius siswa, namun aspek sosiologisnya seperti kaderisasi, otoritas moral, dan partisipasi belum banyak terungkap dalam literatur. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan praktik pengelolaan Rohis, memetakan relasi sosial antarpengurus dan siswa, serta menganalisis implikasinya terhadap pendidikan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi organisasi siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap pengurus Rohis, siswa non-Rohis, pembina, dan kepala madrasah, serta analisis dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa pengurus Rohis secara rutin menjalankan program kajian keagamaan, salat berjamaah, infak Jumat, peringatan hari besar Islam, tilawah, dakwah, serta baca tulis Al-Qur’an. Melalui peran aktif sebagai imam, pemimpin doa, dan fasilitator kajian, para pengurus memperoleh otoritas moral sebagai teladan religius yang diakui komunitas madrasah. Struktur organisasi yang berjenjang mencerminkan sistem kaderisasi kepemimpinan yang terencana dan berkelanjutan. Kesimpulannya, Rohis di madrasah aliyah negeri tidak hanya berfungsi sebagai wadah ekstrakurikuler keagamaan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kepemimpinan religius yang membangun otoritas moral dan mendorong partisipasi aktif siswa dalam kehidupan beragama di sekolah.
Copyrights © 2026