Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab culture shock yang dialami alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Riau selama bekerja di Jepang berdasarkan teori culture shock Kalervo Oberg (1960). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan alumni angkatan 2014–2017 yang bekerja di Jepang selama satu hingga lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa culture shock dialami melalui empat tahapan, yaitu honeymoon, crisis, recovery, dan adjustment. Faktor utama penyebab culture shock meliputi hambatan bahasa, hubungan sosial, norma masyarakat, lingkungan fisik, dan durasi masa tinggal. Hambatan bahasa muncul karena perbedaan bahasa kerja dan komunikasi sehari-hari di Jepang. Selain itu, perbedaan budaya sosial, aturan masyarakat yang ketat, serta kondisi cuaca ekstrem turut memengaruhi proses adaptasi alumni. Meskipun demikian, seiring berjalannya waktu alumni mulai mampu menyesuaikan diri dengan budaya dan lingkungan kerja di Jepang. Pengalaman bekerja di Jepang juga memberikan dampak positif berupa peningkatan keterampilan, kepercayaan diri, dan pemahaman budaya Jepang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dan peneliti selanjutnya mengenai culture shock pekerja migran Indonesia di Jepang.
Copyrights © 2026