Riset ini diarahkan untuk mengoptimalkan capaian akademik peserta didik pada pembelajaran IPAS kelas V di SD Inpres 482 Walian, khususnya pada topik krisis lingkungan yang berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan, melalui implementasi model Problem Based Learning (PBL). Pendekatan investigatif yang diterapkan berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan skema spiral yang mencakup tahapan perancangan, implementasi tindakan, monitoring, serta refleksi evaluatif, dan dilaksanakan dalam dua putaran siklus pembelajaran. Partisipan penelitian terdiri atas 22 peserta didik kelas V SD Inpres 482 Walian yang meliputi 15 siswa laki-laki serta 7 siswa perempuan. Akuisisi data dilaksanakan melalui teknik observasional dan evaluasi tertulis. Sementara itu, pengolahan data mengacu pada formulasi KB = T/Tt × 100%, dengan KB merepresentasikan persentase ketuntasan belajar, T menunjukkan total skor yang berhasil dicapai peserta didik, dan Tt menggambarkan skor maksimum keseluruhan. Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan berdasarkan pencapaian standar KKTP sebesar 75. Temuan empiris pada siklus pertama memperlihatkan tingkat ketuntasan sebesar 65%, sehingga hasil tersebut dinilai belum memenuhi target optimal. Oleh sebab itu, tindakan pembelajaran dilanjutkan pada siklus kedua dan menghasilkan eskalasi performa belajar hingga mencapai 80,54%. Data tersebut mengindikasikan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Inpres 482 Walian. Berdasarkan capaian penelitian, direkomendasikan kepada guru kelas V agar mengintegrasikan model Problem Based Learning secara lebih intensif dalam aktivitas pembelajaran karena pendekatan ini terbukti mendorong keterlibatan aktif peserta didik, memperkuat kapasitas berpikir kritis, serta meningkatkan antusiasme belajar di dalam kelas.
Copyrights © 2026