Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V di SD Negeri Tempok Wayan Ade Arta Yasa; Roos M. S. Tuerah; Yulmi H. Mottoh
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.204

Abstract

Tujuan utama dari riset ini adalah untuk mengoptimalkan pencapaian akademik siswa kelas V di SD Negeri Tempok pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan memanfaatkan skema pembelajaran berbasis masalah atau yang dikenal sebagai model Problem Based Learning (PBL). Peneliti memilih metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada kerangka Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam rentang dua siklus, di mana tiap putarannya mencakup langkah-langkah sistematis mulai dari perencanaan awal, pelaksanaan strategi, pengamatan di lapangan, hingga tahap evaluasi atau refleksi. "Melibatkan 11 orang peserta didik yang terdiri atas 5 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan sebagai subjek, pengumpulan informasi dilakukan melalui teknik observasi langsung, pemberian ujian kompetensi, serta pengumpulan dokumen pendukung. Keberhasilan belajar diukur berdasarkan persentase ketuntasan siswa terhadap Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang dipatok pada angka 75%. Temuan di lapangan membuktikan bahwa penggunaan model Problem Based Learning sangat efektif dalam mendongkrak prestasi siswa; hal ini terlihat dari data siklus I yang rata-rata nilai ketuntasannya baru menyentuh 69,54% dengan hanya 5 anak (45,45%) yang lulus, namun setelah dilakukan pembenahan pada siklus II, angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai 83,63% di mana seluruh siswa (100%) berhasil melampaui ambang batas KKTP. Kenaikan yang signifikan ini menjadi bukti bahwa model Problem Based Learning sangat manjur untuk mempertajam fokus siswa, mengasah daya pikir kritis, serta memperkuat pemahaman pada materi "Bunyi dan Sifatnya." Oleh sebab itu, kesimpulan akhir menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah ini berhasil membangun suasana kelas yang lebih dinamis, berbobot, dan memprioritaskan peran aktif siswa, sehingga memberikan pengaruh yang sangat baik terhadap kualitas hasil belajar IPAS di jenjang pendidikan dasar.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran I Dhea Damayanti Irawan; Roos M. S. Tuerah; Yulmi H. Mottoh
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning di kelas V SD Inpres Tataaran 1 Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan/tindakan, observasi dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data melalui lembar observasi dan tes kemudian dianalisis dengan teknik presentase. Hasil penelitian menunjukan ketuntasan belajar pada siklus I hanya mencapai 60.89% dan siklus II mencapai 91.35%. Kesimpulan penelitian ini bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila di kelas V SD Inpres Tataaran 1 khususnya pada materi Praktik Gotong Royong.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Pada Siswa Kelas IV Di SD GMIM V Tomohon Jesika B. Wongkar; Roos M. S. Tuerah; Margaretha O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.223

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS dengan materi tentang kenampakan alam dan lingkungan pada kelas IV di SD GMIM V TOMOHON melalui model Problem Based Learning (PBL). Metode penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menurut Kemmis dan Mc. Taggrat dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : Perencanaan, Pelaksanaan/Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dan tes. Teknis analasis data menggunakan rumus ketuntasan belajar. Pada siklus I memperoleh 46,67% dan presentase ketuntasan belajar siswa yaitu 68% dengan kriteria belum tuntas dan meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata siswa menjadi 87,33% dan presentase ketuntasan belajar mencapai 100% dengan kriteria tuntas.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ipas Kelas V SD Inpres 482 Walian Ririn Tifani Br Tarigan; Roos M. S. Tuerah; Steven Mandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.340

Abstract

Riset ini diarahkan untuk mengoptimalkan capaian akademik peserta didik pada pembelajaran IPAS kelas V di SD Inpres 482 Walian, khususnya pada topik krisis lingkungan yang berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan, melalui implementasi model Problem Based Learning (PBL). Pendekatan investigatif yang diterapkan berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan skema spiral yang mencakup tahapan perancangan, implementasi tindakan, monitoring, serta refleksi evaluatif, dan dilaksanakan dalam dua putaran siklus pembelajaran. Partisipan penelitian terdiri atas 22 peserta didik kelas V SD Inpres 482 Walian yang meliputi 15 siswa laki-laki serta 7 siswa perempuan. Akuisisi data dilaksanakan melalui teknik observasional dan evaluasi tertulis. Sementara itu, pengolahan data mengacu pada formulasi KB = T/Tt × 100%, dengan KB merepresentasikan persentase ketuntasan belajar, T menunjukkan total skor yang berhasil dicapai peserta didik, dan Tt menggambarkan skor maksimum keseluruhan. Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan berdasarkan pencapaian standar KKTP sebesar 75. Temuan empiris pada siklus pertama memperlihatkan tingkat ketuntasan sebesar 65%, sehingga hasil tersebut dinilai belum memenuhi target optimal. Oleh sebab itu, tindakan pembelajaran dilanjutkan pada siklus kedua dan menghasilkan eskalasi performa belajar hingga mencapai 80,54%. Data tersebut mengindikasikan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Inpres 482 Walian. Berdasarkan capaian penelitian, direkomendasikan kepada guru kelas V agar mengintegrasikan model Problem Based Learning secara lebih intensif dalam aktivitas pembelajaran karena pendekatan ini terbukti mendorong keterlibatan aktif peserta didik, memperkuat kapasitas berpikir kritis, serta meningkatkan antusiasme belajar di dalam kelas.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran II Geiby Octrine Fonnelia Pananggung; Roos M. S. Tuerah; Jeane Kalengkongan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) di Kelas V SD Inpres Tataaran II. Peneliti ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Yang mengacu pada desain penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Taggart, model berupa siklus yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dan tes. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu siklus I mencapai 52,94%, hasil ini belum mencapai standar ketuntasan 75% sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang menyebabkan siklus I belum berhasil. Terjadi peningkatan pada siklus II dengan hasil yang diperoleh 94,11%. Disimpulkan bahwa: menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS Pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran II.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V di SD Negeri Tempok Wayan Ade Arta Yasa; Roos M. S. Tuerah; Yulmi H. Mottoh
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.204

Abstract

Tujuan utama dari riset ini adalah untuk mengoptimalkan pencapaian akademik siswa kelas V di SD Negeri Tempok pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan memanfaatkan skema pembelajaran berbasis masalah atau yang dikenal sebagai model Problem Based Learning (PBL). Peneliti memilih metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada kerangka Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam rentang dua siklus, di mana tiap putarannya mencakup langkah-langkah sistematis mulai dari perencanaan awal, pelaksanaan strategi, pengamatan di lapangan, hingga tahap evaluasi atau refleksi. "Melibatkan 11 orang peserta didik yang terdiri atas 5 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan sebagai subjek, pengumpulan informasi dilakukan melalui teknik observasi langsung, pemberian ujian kompetensi, serta pengumpulan dokumen pendukung. Keberhasilan belajar diukur berdasarkan persentase ketuntasan siswa terhadap Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang dipatok pada angka 75%. Temuan di lapangan membuktikan bahwa penggunaan model Problem Based Learning sangat efektif dalam mendongkrak prestasi siswa; hal ini terlihat dari data siklus I yang rata-rata nilai ketuntasannya baru menyentuh 69,54% dengan hanya 5 anak (45,45%) yang lulus, namun setelah dilakukan pembenahan pada siklus II, angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai 83,63% di mana seluruh siswa (100%) berhasil melampaui ambang batas KKTP. Kenaikan yang signifikan ini menjadi bukti bahwa model Problem Based Learning sangat manjur untuk mempertajam fokus siswa, mengasah daya pikir kritis, serta memperkuat pemahaman pada materi "Bunyi dan Sifatnya." Oleh sebab itu, kesimpulan akhir menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah ini berhasil membangun suasana kelas yang lebih dinamis, berbobot, dan memprioritaskan peran aktif siswa, sehingga memberikan pengaruh yang sangat baik terhadap kualitas hasil belajar IPAS di jenjang pendidikan dasar.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran I Dhea Damayanti Irawan; Roos M. S. Tuerah; Yulmi H. Mottoh
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning di kelas V SD Inpres Tataaran 1 Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan/tindakan, observasi dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data melalui lembar observasi dan tes kemudian dianalisis dengan teknik presentase. Hasil penelitian menunjukan ketuntasan belajar pada siklus I hanya mencapai 60.89% dan siklus II mencapai 91.35%. Kesimpulan penelitian ini bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila di kelas V SD Inpres Tataaran 1 khususnya pada materi Praktik Gotong Royong.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Pada Siswa Kelas IV Di SD GMIM V Tomohon Jesika B. Wongkar; Roos M. S. Tuerah; Margaretha O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.223

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS dengan materi tentang kenampakan alam dan lingkungan pada kelas IV di SD GMIM V TOMOHON melalui model Problem Based Learning (PBL). Metode penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menurut Kemmis dan Mc. Taggrat dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : Perencanaan, Pelaksanaan/Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dan tes. Teknis analasis data menggunakan rumus ketuntasan belajar. Pada siklus I memperoleh 46,67% dan presentase ketuntasan belajar siswa yaitu 68% dengan kriteria belum tuntas dan meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata siswa menjadi 87,33% dan presentase ketuntasan belajar mencapai 100% dengan kriteria tuntas.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ipas Kelas V SD Inpres 482 Walian Ririn Tifani Br Tarigan; Roos M. S. Tuerah; Steven Mandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.340

Abstract

Riset ini diarahkan untuk mengoptimalkan capaian akademik peserta didik pada pembelajaran IPAS kelas V di SD Inpres 482 Walian, khususnya pada topik krisis lingkungan yang berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan, melalui implementasi model Problem Based Learning (PBL). Pendekatan investigatif yang diterapkan berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan skema spiral yang mencakup tahapan perancangan, implementasi tindakan, monitoring, serta refleksi evaluatif, dan dilaksanakan dalam dua putaran siklus pembelajaran. Partisipan penelitian terdiri atas 22 peserta didik kelas V SD Inpres 482 Walian yang meliputi 15 siswa laki-laki serta 7 siswa perempuan. Akuisisi data dilaksanakan melalui teknik observasional dan evaluasi tertulis. Sementara itu, pengolahan data mengacu pada formulasi KB = T/Tt × 100%, dengan KB merepresentasikan persentase ketuntasan belajar, T menunjukkan total skor yang berhasil dicapai peserta didik, dan Tt menggambarkan skor maksimum keseluruhan. Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan berdasarkan pencapaian standar KKTP sebesar 75. Temuan empiris pada siklus pertama memperlihatkan tingkat ketuntasan sebesar 65%, sehingga hasil tersebut dinilai belum memenuhi target optimal. Oleh sebab itu, tindakan pembelajaran dilanjutkan pada siklus kedua dan menghasilkan eskalasi performa belajar hingga mencapai 80,54%. Data tersebut mengindikasikan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Inpres 482 Walian. Berdasarkan capaian penelitian, direkomendasikan kepada guru kelas V agar mengintegrasikan model Problem Based Learning secara lebih intensif dalam aktivitas pembelajaran karena pendekatan ini terbukti mendorong keterlibatan aktif peserta didik, memperkuat kapasitas berpikir kritis, serta meningkatkan antusiasme belajar di dalam kelas.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran II Geiby Octrine Fonnelia Pananggung; Roos M. S. Tuerah; Jeane Kalengkongan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) di Kelas V SD Inpres Tataaran II. Peneliti ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Yang mengacu pada desain penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Taggart, model berupa siklus yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dan tes. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu siklus I mencapai 52,94%, hasil ini belum mencapai standar ketuntasan 75% sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang menyebabkan siklus I belum berhasil. Terjadi peningkatan pada siklus II dengan hasil yang diperoleh 94,11%. Disimpulkan bahwa: menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS Pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran II.