Pembangunan kawasan perumahan di wilayah perkotaan sering diposisikan sebagai indikator pertumbuhan ekonomi, namun pada saat yang sama memunculkan dinamika sosial dan kekhawatiran ekologis di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penerimaan sosial masyarakat terhadap pembangunan perumahan di Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden di dua wilayah pengembangan perumahan yakni Kecamatan Alam Barajo dan Paal Merah Kota Jambi. Analisis data kemudian dilakukan secara deskriptif mendalam dengan menguraikan hasil bahwa 100% responden menyatakan dukungan terhadap pembangunan, yang dipersepsikan sebagai proses urbanisasi yang tidak terhindarkan dan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan hunian di kawasan perkotaan. Manfaat utama yang diharapkan adalah terbukanya kesempatan kerja dan peluang usaha serta manfaat perkembangan ekonomi secara langsung hingga peluang perkembangan infrastruktur perkotaan. Namun demikian, dukungan tersebut bersifat bersyarat dan didominasi kekhawatiran terhadap potensi banjir dan persoalan persampahan, diikuti kepadatan lalu lintas serta peningkatan kriminalitas perkotaan. Temuan ini menunjukkan pola penerimaan pragmatis atau dukungan kritis, di mana masyarakat secara simultan melakukan kalkulasi atas manfaat ekonomi dan risiko sosial-ekologis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan pembangunan perumahan yang responsif, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan sosial-ekologis di kawasan perkotaan.
Copyrights © 2026