Artikel ini membahas tentang pentingnya pendampingan pasca perceraian bagi para wanita yang bekerja sebagai pekerja imigran di Hong Kong. Pendampingan sangat perlu bagi keluarga-keluarga yang sudah mengalami perceraian. Dalam penelitian ini penulis mengkaji pendampingan sebagai cara untuk memberi pendidikan terhadap keluarga-keluarga Kristen pasca perceraian. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam unsur kualitatif dugunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah mendapatkan data yang diperlukan akan dilanjutkan menganalisis data untuk menarik kesimpulan dalam study ini. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa perceraian mendatangkan dampak negatif terhadap mental, psikologis dan rohani para wanita yang mengalami perceraian. Dalam pengamatan penulis perlu beberapa pendampingan yang perlu dilakukan. Pendampingan-pendampingan itu antara lain: secara hukum, psikologi dan rohani. Melalui proses pendampingan tersebut diharapkan para wanita yang mengalami perceraian menemukan cara yang tepat untuk menyelesaikan persoalan-persoalannya pasca perceraian.
Copyrights © 2026