Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama guru, murid, tenaga kependidikan, orang tua/wali, dan masyarakat sekitar. Namun, rendahnya kompetensi sosial guru masih menjadi penghambat dalam proses pendidikan, karena sebagian pendidik cenderung bersikap egois dan kurang peduli terhadap kebutuhan dan perasaan murid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) karakter peduli sosial, (2) kompetensi sosial guru, dan (3) bentuk kompetensi sosial dalam penguatan karakter peduli sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik triangulasi data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakter peduli sosial tercermin melalui perilaku sehari-hari seperti menjadi pendengar yang baik, peduli terhadap lingkungan sekitar, beri perhatian, dan membiasakan diri membantu sesama, (2) kompetensi sosial guru tercermin dalam bersikap inklusif, objektif, serta tidak diskriminatif berdasarkan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, maupun status sosial ekonomi, kemampuan berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun, beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja, dan berkomunikasi dengan komunitas profesi dan lainnya, (3) bentuk kompetensi sosial guru dalam penguatan karakter peduli sosial dilakukan melalui pengendalian diri, komunikasi yang santun, kemampuan beradaptasi, kolaborasi antarguru, pembiasaan kegiatan sosial, serta keteladanan dalam perilaku sehari-hari.
Copyrights © 2026