Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Blended Project-Based Learning Model in Developing Students' Soft Skills in Higher Education Setting Rukminingsih; Munawaroh; Wiwin Sri Hidayati; Diah Puji Nali Brata
Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science Vol. 2 No. 1 (2024): Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science 202
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah (APPI) PT PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/icdess.v2i1.57

Abstract

This study explores the use of Blended Project-Based Learning (Blended PBL) in higher education to enhance students' soft skills and fulfil higher education curriculum requirements involves integrating technology with traditional project-based learning method. This qualitative research involves students from the Fifth semester Study Programs at the Faculty of Teacher Training. Education, Private University in Jombang. The object of research is to portray the improvement of students' soft skills through blended PBL in order to prepare future professional and personal success. The data collection used open-ended questionnaire and observation. The validity of the data uses method triangulation, source triangulation, and perseverance of observation. The data was analyzed by thematic analysis. The findings showed that blended PBL Model in education can enhance students' soft skills which include aspects of self-awareness, trust, adaptability, critical thinking, organizational awareness, attitude, initiative, empathy, integrity, self-control, leadership, problem-solving, risk-taking, and Time management. The Blended Project-Based Learning (Blended PBL) model in higher education combines technology and traditional methods, involving real-world projects, critical thinking, and collaboration. Based on these findings, it is suggested for the educators in higher education institutions can effectively implement a Blended PBL model that not only enhances academic learning but also develops essential soft skills, preparing students for future professional and personal success.
PELATIHAN STRATEGI GURU MENYUSUN TEKNIK DAN INSTRUMEN ASESMEN PSIKOMOTOR DI SMPN 4 JOMBANG Diah Puji Nali Brata; Edy Setiyo Utomo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39107

Abstract

Kurikulum merdeka berorientasi pada peserta didik memiliki kompetensi sesuai dengan karakteristik dan potensinya. Kompetensi peserta didik yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, merupakan tantangan dan komitmen sekolah untuk memberikan pengalaman belajar yang dapat mengembangkan kompetensi peserta didik secara optimal. Guru berperan penting untuk menyusun kontruksi pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik. Asesmen psikomotor merupakan salah satu faktor yang menunjang kebutuhan peserta didik. Asesmen psikomotor merupakan implementasi pembelajaran kognitif yang berkaitan dengan kegiatan fisik. Namun guru dalam melaksanakan asesmen psikomotor masih belum memahami teknik dan instrument psikomotor sesuai dengan ketentuan kurikulum merdeka. Guru belum memahami jenis teknik, instrumen psikomotor. Hasil asesmen psikomotor bersifat subyektif, tidak terukur, dan tidak transparan.Tujuan tim pengabdi melakukan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan pelatihan strategi guru menyusun teknik dan instrumen asesmen psikomotor. Pentingnya pelatihan ini untuk meningkatkan profesionalisme guru di SMPN 4 Jombang. Metode pengabdian masyarakat adalah pemberdayaan adragogi atau pembelajaran fokus pada orang dewasa melalui pelatihan dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pengabdian Masyarakat berdasarkan hasil angket rata-rata 98% guru menyatakan sangat membutuhkan pelatihan untuk mengatasi masalah dalam asesmen psikomotor, 2% lainnya membutuhkan pelatihan.
Kompetensi Sosial Guru pada Peningkatan Karakter Peduli Sosial Femas Galih Alfansyah; Diah Puji Nali Brata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.938

Abstract

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama guru, murid, tenaga kependidikan, orang tua/wali, dan masyarakat sekitar. Namun, rendahnya kompetensi sosial guru masih menjadi penghambat dalam proses pendidikan, karena sebagian pendidik cenderung bersikap egois dan kurang peduli terhadap kebutuhan dan perasaan murid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) karakter peduli sosial, (2) kompetensi sosial guru, dan (3) bentuk kompetensi sosial dalam penguatan karakter peduli sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik triangulasi data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakter peduli sosial tercermin melalui perilaku sehari-hari seperti menjadi pendengar yang baik, peduli terhadap lingkungan sekitar, beri perhatian, dan membiasakan diri membantu sesama, (2) kompetensi sosial guru tercermin dalam bersikap inklusif, objektif, serta tidak diskriminatif berdasarkan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, maupun status sosial ekonomi, kemampuan berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun, beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja, dan berkomunikasi dengan komunitas profesi dan lainnya, (3) bentuk kompetensi sosial guru dalam penguatan karakter peduli sosial dilakukan melalui pengendalian diri, komunikasi yang santun, kemampuan beradaptasi, kolaborasi antarguru, pembiasaan kegiatan sosial, serta keteladanan dalam perilaku sehari-hari.
PENINGKATAN KESADARAN INTEGRITAS DAN MORAL  MAHASISWA MELALUI PELATIHAN EDUKASI DAN INTERNALISASI  PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA DIGITAL Diah Puji Nali Brata
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): JP-MAS: Volume 8 Nomor 1 Edisi Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/1kxs0r19

Abstract

Pendidikan tinggi menghadapi peluang dan tantangan untuk menghasilkan ouput lulusan yang memiliki kompetensi profesional yang mampu bersaing di era global. Tantangan yang dihadapi perguruan tinggi di era digital adalah plagiarisme, penyalahgunaan teknologi, integritas mahasiswa dalam proses pengembangan ilmu, etika, empati dalam bermedia sosial, kejujuran akademik, kurangnya keteladanan dalam penggunaan teknologi pada civitas akademika, dan kurangnya edukasi, internalisasi nilai-nilai moral kepada mahasiswa. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat merupakan perpaduan edukasi dan internalisasi nilai integritas dan moral yang dilakukan secara struktur yang sistematis (refleksi, studi kasus, keteladanan dosen) agar mahasiswa memiliki perubahan tidak hanya aspek kognitif tetapi juga perilaku positif untuk menghadapi tatantangan era digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan memecahkan kasus terkait integritas (dari 60,7% menjadi 87,2%) dan moral (kejujuran (dari 61,6% menjadi 88,3%, tanggungjawab (dari 66,3% menjadi 88,5%), empati (dari 68,3% menjadi 89%) mahasiswa di era digital sebagai dasar habituasi atau pembiasaan karakter yang positif.  Pengabdian masyarakat ini memiliki kebermanfaatan bagi perguruan tinggi untuk mewujudkan budaya akademik yang menjunjung tinggi integritas, kejujuran, empati, dan tanggung jawab yang tinggi. Kesimpulan dari hasil pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan dari seluruh nilai integritas dan moral melalui edukasi, internalisasi menggambarkan bahwa mahasiswa memiliki peningkatan pengetahuan kognitif, dan penguatan pemahaman nilai-nilai karakter dan meningkatnya kemampuan memecahkan masalah dari situasi dan permasalahan integritas dan moral di lingkungan digital.
Nilai-Nilai Religius dan Partisipasi Masyarakat dalam Padhang Mbula Bestari Pramita Kusuma Wardhani; Diah Puji Nali Brata
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.998

Abstract

Budaya religius merupakan pola pikir, perilaku, atau kebiasaan sehari-hari masyarakat yang dilandasi oleh nilai-nilai agama. Namun, menurunnya nilai-nilai religius serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan akibat pengaruh perkembangan zaman dan globalisasi menjadi permasalahan yang signifikan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan gambaran umum kegiatan Padhang Mbulan, nilai-nilai religius yang terkandung, serta mendeskripsikan bentuk partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dilaksanakan di Desa Mentoro, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Padhang Mbulan merupakan budaya religius berupa majelis pengajian yang menghadirkan ruang bersama bagi masyarakat untuk memahami ajaran agama secara lebih terbuka, dialogis, dan kontekstual. Nilai-nilai religius yang terkandung di dalamnya tercermin melalui nilai keyakinan, praktik, pengalaman, pengetahuan, dan konsekuensi. Sementara itu, partisipasi masyarakat diwujudkan dalam bentuk sumbangan pemikiran, tenaga, harta, keterampilan, serta partisipasi sosial. Kesimpulannya, Padhang Mbulan merupakan budaya religius berupa majelis pengajian yang berfungsi sebagai ruang ibadah, pembelajaran, dan partisipasi sosial secara inklusif. Melalui pendekatan dialogis dan sinau bareng, Padhang Mbulan mampu menanamkan nilai-nilai religius yang komprehensif sekaligus mendorong partisipasi masyarakat