Penelitian ini mengkaji bagaimana notifikasi smartphone mempengaruhi konsentrasi mahasiswa yang belajar Komunikasi Bahasa Inggris Bisnis (BEC). Pendekatan kuantitatif deskriptif-korelasional digunakan, dan kuesioner menjadi alat pengumpulan data. Sampel terdiri dari 12 mahasiswa BEC angkatan 2024 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode statistik dasar seperti menghitung frekuensi, persentase, rata-rata, dan menguji hubungan antar variabel dengan metode korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (66,7%) menerima 5–10 notifikasi per jam, dengan WhatsApp (75%) dan TikTok (58,3%) sebagai aplikasi yang paling mengganggu. Rata-rata tingkat gangguan adalah 3,08 dari 5, yang berarti cukup mengganggu. Ketika notifikasi aktif, rata-rata tingkat konsentrasi adalah 5,58 dari 10. Sebanyak 41,7% responden sering kehilangan alur pikir akibat notifikasi. Meskipun 58,4% berpikir bahwa mematikan notifikasi membantu konsentrasi, hanya 33,3% yang benar-benar mengaktifkan mode Jangan Ganggu setiap saat. Hubungan negatif yang lemah ditemukan antara tingkat gangguan dan konsentrasi, dengan koefisien korelasi r = -0,24. Penelitian ini menemukan bahwa notifikasi smartphone berdampak negatif terhadap kemampuan konsentrasi mahasiswa BEC. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara pengetahuan mahasiswa tentang pengelolaan notifikasi dengan perilaku aktual mereka dalam mengelolanya.
Copyrights © 2026