Permasalahan sampah organik yang terus meningkat memerlukan strategi pengelolaan berbasis sumber melalui pendekatan edukatif yang aplikatif dan berkelanjutan. Program keahlian kuliner di sekolah menengah kejuruan merupakan salah satu penghasil sampah organik yang potensial untuk dijadikan konteks pembelajaran pengelolaan limbah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan siswa melalui pelatihan pengelolaan sampah organik menggunakan metode Takakura sebagai upaya mendukung global sustainability. Kegiatan dilaksanakan pada 10 April 2026 di SMK Negeri 3 Malang dengan melibatkan 140 siswa kelas X jurusan kuliner. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi kebutuhan, edukasi konsep sustainability dan pengelolaan sampah, praktik langsung pembuatan komposter Takakura, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan kuesioner terbuka. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 85,8 meningkat menjadi 96,25 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,74 (kategori tinggi). Selain peningkatan aspek kognitif, siswa juga menunjukkan keterampilan yang baik dalam mempraktikkan pembuatan komposter Takakura secara mandiri. Analisis kualitatif menunjukkan adanya perubahan orientasi sikap siswa dari pemahaman yang bersifat teknis menuju kesadaran yang lebih reflektif dan berorientasi pada kebiasaan menjaga lingkungan. Kegiatan ini berhasil mengintegrasikan pembelajaran vokasi dengan praktik keberlanjutan yang kontekstual, serta berpotensi mentransfer perilaku pengelolaan sampah organik dari lingkungan sekolah ke rumah tangga siswa. Program ini dapat menjadi model edukasi lingkungan berbasis sekolah vokasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Copyrights © 2026